Dinas Ketahanan Pangan Jateng Kunjungi Perhutani Lawu untuk Study Banding

LAWU DS, PERHUTANI (05/05/2019)  | Keberhasilan petani porang di Desa Selur Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo menarik perhatian Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Katahanan Pangan  Provinsi Jawa Tengah  Eko Sulistyanto dan dua orang Penyuluh Komoditi Porang dari Semarang  tersebut didampingi oleh Staf Khusus Departemen Produksi, Industri, Ecotourism dan Agroforestry Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Dwidjono Kiswurjanto mengunjungi lokasi tanaman tersebut, pada Jum’at (3/5).

Mereka tertarik karena petani porang di desa tersebut berhasil mengembangkan budidaya tanaman porang dikawasan hutan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds. Menurut Marnianto salah satu petani porang di Desa tersebut, dia mengaku telah berhasil memanen umbi porang  sebanyak 40 ton yang ditanam pada lahan seluas 8 ha di petak 68a1.  Marnianto menambahkan bahwa umbi porang yang dipanen tersebut memiliki berat 10 kilogram per bijinya dan sama pembeli per kilogramnya dihargai 7 ribu rupiah.

Sementara itu Suprapto selaku kepala Desa Selur sangat bangga karena berkat Budidaya Porang Desanya sudah dua kali ini mendapat kunjungan orang penting, sebelumnya Dahlan Iskan Mantan Mentri BUMN juga mendatangi lokasi ini dan sekarang rombongan Dinas Katahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah giliran untuk melakukan studi banding.  “Saya berharap Desa Selur ini nantinya dapat menjadi sentra untuk pengembangan budidaya tanaman porang”, ungkapnya.

Kedatangan rombongan dari Provinsi Jawa Tengah diterima oleh Wakil Administratur Perhutani KPH Lawu Ds wilayah Ponorogo dan Pacitan Dedi Siswandi.  Dalam sambutannya Dedi yang mewakili Administratur Perhutani KPH Lawu Ds Asep Dedi Mulyadi menyampaikan terimakasih atas kunjungan ke wilayahnya untuk melihat langsung cara budidaya porang dibawah tegakan pohon pinus.

Dedi mengatakan bahwa tamu dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa tengah adalah dalam rangka belajar bareng tentang budidaya porang. “Semoga ilmu yang didapat dari studi banding ini dapat bermanfaat dan bisa dikembangkan didaerah lain, harapan kedepan bisa bekerja sama dalam hal pemasarannya”, ungkapnya. (Kom-PHT/Lwuds/Eko)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019