LMDH Sumber Suko Nganjuk Bangun Tempat Penyulingan Minyak Kayu Putih

NGANJUK, PERHUTANI (19/05/2019) | Obsesi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Suko Desa Ngumpul Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk untuk membangun tempat pengolahan minyak kayu putih akhirnya terealisasi. “Prosesnya sangat panjang karena menyangkut investasi”, kata Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk Bambang Cahyo Purnomo, saat pembinaan LMDH di wilayahnya, Sabtu (18/5).

Menurut dia dengan dioperasikannya dua unit mesin penyulingan minyak kayu putih tersebut secara ekonomis sangat menguntungkan karena bahan bakunya sangat mencukupi. “Target produksi daun kayu putih di Perhutani KPH Nganjuk tahun 2019 sebanyak 2.870 ton yang berasal dari Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bagor dan BKPH Berbek dengan total luas lahan 1.185 hektar”, ujarnya.

“Saya berharap apa yang sudah direalisasikan oleh LMDH Sumber Suko dengan mengoperasikan 2 unit mesin penyulingan untuk pengolahan daun kayu putih ini bisa diikuti oleh LMDH lainnya. Apalagi pada pertengahan bulan Juni  2019 nanti akan ada penambahan 2 unit mesin lagi, sehingga diharapkan dengan adanya tambahan mesin tersebut dapat memenuhi target minyak kayu putih di Perhutani KPH Nganjuk”, terang Bambang.

Bambang juga menyampaikan bahwa dengan dioperasikannya tempat penyulingan daun kayu putih ini diharapkan ada dampak yang positif dari kerjasama antara Perhutani dengan LMDH dalam mengimplementasikan pengelolaan hutan bersama masyarakat.

Sementara itu Ketua LMDH Sumber Suko, Sunardi saat ditemui ditempat lain mengatakan bahwa cita-citanya untuk membangun tempat penyulingan minyak kayu putih ini adalah semata-mata demi menciptakan lapangan kerja bagi anggotanya dan masyarakat desa setempat.

“Untuk membangun pabrik ini dibutuhkan dana yang besar dan Alhamdulillah kami bisa mengusahakannya dari berbagai sumber termasuk berasal dari penerimaan dana bagi hasil (sharing) produksi kayu yang diberikan Perhutani, pinjaman Program Kemitraan Bina Lingkunagn (PKBL), bantuan pemerintah, bahkan ada dana pribadi yang terpakai”, jelas Sunardi yang juga pernah bekerja di Perhutani ini.

Sunardi juga menjelaskan bahwa dua unit mesin penyulingan tersebut mempunyai kapasitas ketel 1,5 ton dan 1 ton, yang bahannya terbuat dari stainless steel agar bisa menghasilkan penyulingan minyak kayu putih yang maksimal. “Dalam dua pekan pada bulan Mei 2019 hasil penyulingan menunjukkan rendemennya 0,8 – 0,9%, dan rendemen tersebut akan meningkat seiring dengan perubahan musim yang berpengaruh terhadap daun kayu putih serta mesin penyulingan yang bagus”, jelas Sunardi. (Kom-PHT/Ngj/Srlt)

Editor : Ywn

Copyright©2019