Mendaki Gunung Sumbing Tradisi Malam Selikuran Ramadan Di Temanggung

MAGELANG, PERHUTANI  (25/05/2019) | Penduduk lereng Sumbing dan pendaki memiliki tradisi saat bulan Ramadhan memasuki malam ke dua puluh satu yang disebut malam selikuran. Mereka berbondong-bondong mendaki gunung Sumbing pada Sabtu (25/05) yang dapat dicapai dari 12 base camp pendakian yang tersebar di  tiga  wilayah Kabupaten yaitu Temanggung, Wonosobo serta Magelang dan masuk dalam wilayah kerja Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara.

Dalam keterangannya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, menjelaskan jumlah total pendaki via jalur Kacepit tercatat ada 1.119 orang. “Pendakian Malam Selikuran ini sudah menjadi tradisi turun-temurun sejak dulu dan terus lestari hingga saat ini. Bagi mereka merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri pada alam betapa agungnya ciptaan Tuhan,” ujar Gito,

Administratur Perhutani  Kedu Utara melalui Junior Manager Bisnis (JMB) Herman Sutrisno menjelaskan Perhutani mengapresiasi tradisi ini dan berterimakasih kepada Pengelola Pendakian Gunung Sumbing, Kapolres Temanggung beserta jajarannya, Kalak BPBD Kabupaten Temanggung, PMI, dan segenap  Relawan serta Sakawanabakti atas partisipasi dan kerjasamanya mengawal dan mengamankan kegiatan ini. “Kepada para pendaki agar selalu menjaga keamanan, kenyamanan dan kelestarian hutan serta menghimbau selalu berhati-hati dalam pembuatan perapian mengingat sekarang sudah mulai musim kemarau,” ujar Herman. (kom.pht/kdu/ant)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019