Perhutani Siapkan Wahana Tambahan di Wisata Bukit Pinus Carangwulung Jombang

JOMBANG, PERHUTANI (16/05/2019) | Menjelang libur panjang hari raya Idul Fitri 1440 H, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang terus melakukan penambahan wahana pada beberapa lokasi wisata yang dikelolanya, salah satunya pada wisata bukit pinus carangwulung, bertempat di petak 10a dan 10c Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Carangwulung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jabung, Kamis (16/5).

Penambahan wahana tersebut berupa spot-spot selfie untuk memfasilitasi pengunjung berswa foto, selain itu juga ada penambahan wahana seperti flying bike dan track ATV.  “Wahana tersebut akan disiapkan oleh Perhutani untuk menarik minat pengunjung”, kata Administratur Perhutani KPH Jombang Beddi Tavifuddin.

Menurut dia warung-warung disekitar lokasi wisata juga akan dibenahi, sehingga pengunjung lebih nyaman ketika menikmati kuliner khas daerah Wonosalam tersebut. “Dilokasi ini terkenal dengan durian yang tersaji dalam beberapa menu, antara lain ketan durian dan kolak durian, bahkan dilokasi tersebut mempunyai kopi khas daerah Wonosalam yang sudah dikenal dikalangan pecinta kopi”, tambah Beddi.

Wisata bukit pinus tersebut merupakan wisata rintisan yang dikerjasamakan bersama Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pemuda Produktif Desa Carangwulung yang tertuang dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk bersama sama mengembangkan wisata bukit pinus dengan konsep suasana hutan pinus yang alami.

Perhutani KPH Jombang yang mulai menggalakkan usaha wisata alam di wilayahnya sangat optimis di tahun 2019 ini pihaknya akan mampu mencapai target, yakni sekitar Rp 640 juta. “Karena selain wisata bukit pinus,  Perhutani Jombang juga memiliki lokasi wisata andalan lainnya seperti, Sumberboto, Selogonggo, Seloageng, Sigologolo, dan Kedung Cinet yang tak kalah menariknya”, pungkas Beddi.

Sementara itu Ketua Pokmas Pemuda Produktif Carangwulung Sholikin menyampaikan dengan keberadaan wisata bukit pinus ini sangatg memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, salah satunya perubahan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Hal itu disebabkan dari jumlah pengunjung yang semakin meningkat, semakin banyak pengunjung yang datang ke Desa kami maka akan ada perputaran uang yang besar pula”, ucap Sholikin.  (Kom-PHT/Jbg/Pri)

 

Editor : Ywn

Copyright@2019