Asyiknya Menikmati Kopi di Tengah Hutan Damar di Batang

KOMPAS.COM (10/06/2019) | Indonesia salah satu penghasil biji kopi terbesar di dunia, dan minum kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat di tanah air. Kuliner menyedu dan menikmati minum kopi pun sekarang merebak di berbagai pelosok. Pertumbuhannya bagai jamur di musim penghujan dengan berbagai macam penyajian dan propertinya. Namun berbeda dengan kuliner Forest Kopi Desa Kembanglangit, Kecamatan Blado Kabupaten Batang Jawa Tengah yang menawarkan minum kopi diketinggian 1.000 meter di bawah permukaan air laut dengan suhu dingin mencapai 17 derajat. Pengunjung bisa menikmati kopi di tengah pesona panorama hutan pohon damar yang rindang di balut dengan indah lampu saat malam hari. Suasana yang romantis membuat penikmat kopi bisa berlama – lama duduk di sana. Apalagi tersedia kuliner sajian makanan yang memanjakan lidah pengunjung dengan cita ras khas ndeso.

Lokasi Forest Kopi Desa Kembanglangit sekitar 30 kilometer dari Kota Batang. Walaupun menanjak dan berkelok, jalan menuju ke lokasi tersebut cukup mudah dan bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Pengunjung tidak perlu khawatir kesulitan parkir, karena telah disediakan lahan yang cukup luas. Pemilik Forest Kopi, Intan Narulita saat ditemui dikedainya mengatakan, Forest Kopi mengunakan tanah milik Perhutani seluas dua hektar dengan menu minum utama kopi, tapi keda tersebut juga menyedikan minuman coklat dengan bermacam – macam varian dan susu. “Untuk minuman kopinya sangat terjangkau dengan harga termurah Rp 13.000 termahal mencapai Rp 18.000,” kata Intan Narulita saat ditemui, Minggu (19/6/2019) malam. “Tidak hanya menyedikan minuman kopi, tapi kita juga ada kuliner makanan tradisional dengan bumbu kampung, seperti sayur lodeh, ikan asin, telur dadar, kuluban,” lanjutnya. “Untuk semantara ini memang Forest Kopi belum ada jaringan internet, sehingga datang kesini benar-benar waktunya sangat berkualitas untuk komunikasi dengan keluarga, saudara, dan teman sambil menikmati kopi dan makanan,” kata Intan.

Ia menjelaskan, sejak dibuka bulan April 2019 lalu pengunjung di hari biasa bisa mencapi 500 orang dan hari libur seperti Sabtu dan Minggu bisa 1500 orang, dengan omset mencapai Rp 25 juta. “Karena pengunjung semakin meningkat, rencanya ada penambahan lahan dua hektar lagi untuk wahana kolam renang, resort, gedung pertemuan, dan camping ground,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji mengatakan Kabupaten Batang memiliki 1.000 hektar lebih hutan yang merupakan lahan milik Perhutani dengan potensi panorama yang indah untuk dijadikan wisata untuk mendukung Batang visit 2022. “Oleh karenanya, untuk mendukung industri pariwisata Pemkab Batang sudah MoU dengan Perhutani untuk memanfaatkan hutan produksi yang dikelola oleh masyarakat,” kata Wihaji saat ngopi di Forest Kopi.

Ia juga mengatakan, pemkab terus mendukung anak – anak muda maupun kelompok sadar wisata yang memiliki inovasi, kreativitas mengembangkan potensi alam untuk dijadikan tempat wisata. “Forest Kopi salah satu kuliner di Batang yang memiliki pesona alam yang menarik dengan berbagai wahana keindahan alamanya. Tempatnya sangat romantis cocok untuk anak muda, keluarga dan anak – anak,” kata Wihaji. Sementara Edo Likhun (35), warga Batang mengungkapkan dengan harga yang terjangkau dirinya kerap ke kedai tersebut. Selain itu, ia juga bisa menikmati kopi asli Batang di kedai tersebut. “Awalnya penasaran saja karena temen sering upload foto. Lokasinya bagus kalau malam terus dingin sejuk alami perbukitan,” ujarnya.

 

Sumber : kompas.com

Tanggal : 10 Juni 2019