Perhutani Jombang Ajak LMDH Tinggalkan Cara Konvensional Pungut DKP

JOMBANG, PERHUTANI (21/06/2019) | Untuk meningkatkan optimalisasi hubungan hulu hilir industri minyak kayu putih, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang mengadakan pelatihan Pungut Daun Kayu Putih (DKP) dengan menggunakan karung dipetak 125B Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lengkong, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngujung Timur, Kamis (20/06).

Pelatihan tersebut diikuti oleh pemungut DKP dari anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan ( LMDH) Wana Wangi Desa Banjardowo, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk dan Jajaran petugas Perhutani BKPH Ngujung Timur.

Pelatihan ini tersebut dalam rangka uji coba pungut dan angkut DKP menggunakan karung agar sesuai spesifikasi bahan baku yang dipersyaratkan dalam standar perusahaan dan pemenuhan standar Bahan Baku Industri (BBI) DKP agar sesuai kriteria untuk meningkatkan efisiensi.  Selain itu pengolahan DKP bisa lebih cepat dan biaya operasionalnya lebih murah dan menghasilkan produksi MKP lebih banyak jika rendemennya tinggi.

Menurut Administratur Perhutani KPH Jombang Beddi Tavifuddin bahwa selama ini pemungutan DKP masih menggunakan cara konvensional yaitu potong, ikat, dan angkut.  “Saat pemungutan DKP biasanya pemungut melakukan secara sembarangan sehingga banyak ranting ukuran besar  yang lebih dari 0,5 cm, dan itu mengurangi rendemen minyak kayu putih (MKP)”, tutur Beddi.

Dia juga menjelaskan untuk pengangkutan DKP ke pabrik penyulingan menggunakan angkutan truk terbuka, “Jika menggunakan cara konvensional karena DKP hanya di ikat menjadi gulungan atau bongkokan akan terlihat semerawut bahkan bisa tercecer di sepanjang perjalanan. Selain itu daunnya cepat layu karena penguapan sehingga berpengaruh pada rendemen”, papar Beddi.

Uji coba yang dipraktekan dalam pelatihan tersebut yaitu dengan mengambil ukuran ranting berdiameter dibawah 0,5 cm, dalam rentang waktu selama 6 jam menghasilkan DKP sebanyak 90 karung atau dengan berat 3.428 kg. DKP tersebut kemudian diangkut menuju pabrik, dan ketika ditimbang lagi di pabrik penyulingan volumenya tidak berkurang,

Beddi juga menyampaikan bahwa ada kelebihan dan kekurangan dari cara pemungutan DKP tersebut, namun pihaknya akan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan melalui petugas dilapangan agar bisa memperoleh hasil MKP yang maksimal. “Kita berharap melalui kerjasama Penyulingan DKP menjadi MKP yang dikelola oleh LMDH init akan membawa perubahan yang positif untuk menambah pendapatan dan sama-sama diuntungkan”, pungkasnya.

Sementara itu Ketua LMDH Wana Wangi, Suparno menyampaikan rasa terima kasih atas pelatihan pungut DKP, “Dengan pelatihan ini anggota kami memperoleh ilmu tambahan dan bisa langsung mempraktekkan di lapangan. “Semoga kerjasama pengolahan DKP dengan Perhutani ini membawa berkah, bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar hutan”, kata Suparno. (Kom-PHT/Jbg/Dj)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019