Perhutani Pekalongan Timur Gelar Konsultasi Publik Controlled Wood

PEKALONGAN PERHUTANI (28/5/2019) |  Perum  Perhutani  Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur mengadakan  Konsultasi Publik Forest Stewardship Council (FSC) Contolled Wood yang diikuti oleh ratusan stakeholder di Aula Kantor Perhutani KPH Pekalongan Timur, Selasa (28/5).

Kegiatan ini diadakan untuk memenuhi salah satu syarat dilaksanakannya audit terhadap standar Controlled Wood FSC dalam rangka persiapan menghadapi  resertifikasi kedua. Administratur KPH Pekalongan Timur Joko Santoso menyampaikan terimakasih kepada segenap jajaran Muspida Batang, Pekalongan, Pemalang dan Kepada Perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan dan stakeholder lainya yang sudah berkenan hadir.

“Kami berharap agar stakeholder memberikan tanggapan dan saran mengenai pengelolaan hutan di wilayah KPH Pekalongan timur sesuai dengan standar Controlled Wood FSC dalam rangka persiapan menghadapi resertifikasi ke dua Controlled Wood FSC tahun 2019 dengan FSC STD-30-010 (Version-2-0 ) EN selain mensyaratkan lima kategori kayu–kayu yang harus dipanen juga ada persyaratan standar Controlled Wood lainnya yaitu sistem manajemen mutu yakni sumber kayu yang terkendali dan konsultasi publik”, jelas Joko.

Ada tiga aspek pengelolaan hutan yang perlu dikelola secara baik dan terpadu yaitu aspek  sosial, aspek lingkungan ,  aspek ekonomi.  Ketiga aspek tersebut  harus secara konsisten dikelola secara lestari untuk  memaksimalkan bisnis kehutanan dengan mengacu pada tata nilai budaya Perhutani harus ada inovasi-inovasi dalam rangka  perbaikan perusahaan, fokus pada pelanggan, unggul menjadi perilaku sesuai dengan masing-masing bidangnya  10 prisip 56 kriteria yang akan diaudit oleh auditor.(Kom-PHT/PKT/MW).

 

Editor : Ywn

Copyright©2019