Perhutani Tasikmalaya Bersama Stakeholder Sosialisasi Ekspor Kopi Cigalontang

TASIKMALAYA, PERHUTANI (20/06/2019) | Perhutani bersama Forkopimda Tasikmalaya, Bank Indonesia, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sari Mukti  menyelenggarakan  sosialisasi penjualan dan pemasaran kopi dalam rangka meningkatkan ekspor kopi dari wilayah Cigalontang, bertempat di kantor sekretariat LMDH Sari Mukti Kampung Kiarabongkok Desa Puspamukti Kecamatan Cigalontang, Rabu (19/06).

Kopi merupakan produk unggulan LMDH Sari Mukti Desa Puspamukti Kecamatan Cigalotang yang berasal dari petak 17d seluas 22 Ha Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tenjowaringin, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Singaparna, KPH Tasikmalaya, dengan jenis kopi Arabika.

Di tempat terpisah Administratur KPH Tasikmalaya, Benny Suko Triatmoko, menyampaikan bahwa sekecil apapun produksi kopi yang ada di Cigalontang harus mematuhi aturan dan ketentuan yang telah ada sesuai dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang telah disepakati kedua belah pihak.

“Perhutani bersedia duduk bersama dengan komponen yang ada di Tasikmalaya agar kesejahteraan masyarakat terjamin, ini mengacu pada penjualan dan pemasaran ekspor ke luar negeri. Dengan demikian baik pelaksanaan produksi di lapangan maupun administrasinya harus mematuhi dan taat pada aturan yang berlaku yaitu Tata Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu (TUHHBK),” ungkap Benny.

Perwakilan Forkopimda dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tasikmalaya, Ivan, meminta Perhutani dalam sosialisasi ini duduk bersama dengan Forkopimda untuk merumuskan tata cara penjualan kopi dan pemasaranya dengan sistem ekspor ke luar negeri,

“Kemasan kopi harus diberi label, dan pengemasan produksinya mengacu pada prinsip marketing dan transparansi yang telah dibuat dengan LMDH, untuk keberhasilan dan kemajuan LMDH itu sendiri,” jelas Ivan.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bea Cukai wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Noviandi menyampaikan peran dan fungsi Bea Cukai dalam pelaksanaan hanya sebatas membimbing dan mengarahkan, “untuk itu label halal, tanggal produksi dan tanggal ekspire harus ada, agar mitra binaan yang ada di Tasikmalaya maju dan berkembang untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan bersama yaitu masyarakat sejantera dan hutan terjaga kelestarinnya,” terangnya.

Adapun penjelasan perwakilan Bank Indonesia dari Divisi Pengembangan Bisnis, Ratmadji mengatakan agar mitra binaan harus selalu dibimbing dan diarahkan untuk memajukan anggota LMDH sehingga lebih baik, “untuk itu mari kita bina dan arahkan LMDH ini agar kedepannya menjadi  berkualitas,” tegas Ratmadji.

Ketua LMDH Sari Mukti, Apong mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang telah menyediakan lahan di bawah tegakan untuk ditanami kopi, sehingga LMDH merasa bertanggungjawab menjaga serta merawat tanaman tersebut hingga berhasil dengan memuaskan. Ia menyatakan bahwa era globalisasi ini memungkinkan LMDH lebih berperan aktif menjalankan fungsinya sebagai leader untuk mengekspor kopi asal Cigalontang ini khususnya ke negara Vietnam dan Dubai. (Kom-PHT/Tsk/AH)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019