Perhutani Bandung Utara Apresiasi Konsep Pengelolaan Wisata Grafika Cikole

BANDUNG UTARA, PERHUTANI  (12/07/2019) | Luar biasa mungkin adalah kalimat yang layak diberikan kepada PT. Karya Putra Grafika selaku mitra Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara yang telah sukses mengelola wisata Grafika Cikole Lembang dengan sentuhan yang berbeda dibanding lokasi lainnya, mulai dari perencanaan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), hubungan masyarakat, penyedian wahana, dan lainnya.

Administratur KPH Bandung Utara, Komarudin mengapresiasi langkah Grafika Cikole dalam mengelola wisata di kawasan hutan yang dikelolanya. Komarudin menuturkan wahana-wahana yang disediakan Grafika Cikole dinilai cukup baik dan komunikatif, luas kawasan hutan yang dimanfaatkan bangunan masih kurang dari 10 persen dan terbuat dari bahan yang ramah lingkungan. Artinya sudah sesuai dengan aturan yang ada.

Kerjasama kemitraan yang terjalin antara Perhutani KPH Bandung Utara dengan Grafika Cikole terdapat dalam dua kegiatan, yakni bidang wisata seluas 7,20 Ha berlokasi di Resort Pangkuan Hutan (RPH) Lembang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang dan pendayagunaan/pemanfaatan air yang diambil dari sumber mata air di petak 52 e RPH Cikole, BKPH Lembang.

“Kami harap Grafika bisa terus menjaga lingkungan dan kelestarian alam. Apalagi jumlah kunjungan semakin meningkat yang implikasinya bisa jadi sampah juga meningkat. Maka, harus ada edukasi bagi pengunjung terutama mengenai sampah ini,” ujar Komarudin.

Sementara itu Komisaris Utama PT. Karya Putra Grafika, Bagus Widy Prasetyo mengatakan bahwa mereka ingin keberadaan Grafika tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan tapi menguntungkan juga bagi masyarakat sekitar dan lingkungan. Oleh sebab itu, hingga saat ini 90% pegawai berasal dari masyarakat lokal. Ia pun menjelaskan pembangunan wahana sudah disesuaikan dengan aturan yang ada di Perhutani demi menjaga fungsi ekologi hutan. Sebab, sudah menjadi misi utama Grafika untuk menjaga kelestarian alam dan energi. Setiap wahana dibangun berdasarkan kebutuhan dan tren yang ada di masyarakat, sehingga dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung. Pihak Grafika juga menghormati nilai religius di masyarakat dengan dihdupkannya majelis taklim.

“Untuk menjaga lingkungan, kami juga punya mesin pengolah sampah yang hasilnya dibagikan secara cuma-cuma pada masyarakat sekitar. Selain itu, kami punya majelis taklim untuk menghidupkan nilai spiritual dengan berbagai kegiatan,” terangnya. (Kom-PHT/Bdu/Ren)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019