Perhutani dan Pemkab Tasikmalaya Gairahkan Wisata dengan “Memory of Galunggung”

TASIKMALAYA, PERHUTANI (14/07/2019) | Perhutani  Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan “Memory of Galunggung” di Wana Wisata Galunggung dalam upaya meningkatkan ragam pariwisata dan jumlah pengunjung. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 12-13 Juli 2019.

Memory of Galunggung (MoG) merupakan acara tahunan. Tema yang diusung pada tahun ini adalah “Glamping Galunggung Camping” yang menginspirasi wisatawan untuk berkunjung ke Wana Wisata Galunggung. Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti Galunggung Coffee Camp, Istigosah Akbar, Galunnggung Ngabiseka, dan Gandrung Mulasara.

Administratur KPH Tasikmalaya, Benny Suko Triatmoko di tempat terpisah menjelaskan bahwa Gunung Galunggung merupakan aset yang penting karena menjadi tujuan wisata favorit baik warga lokal maupun mancanegara. Untuk itu ia berharap agar aset tersebut tidak diabaikan dan disia-siakan.

“Kita berharap acara ini bukan hanya sekedar seremoni tahunan, tetapi lebih dari itu, ada hal-hal lebih besar yang bisa diambil guna meningkatkan minat wisata ke gunung Galunggung ini,” ungkapnya.

Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto mengatakan bahwa Memory of Galunggung ke-37 mulanya merupakan peringatan meletusnya gunung Galunggung yang terjadi pada tahun 1982. Ia mengajak masyarakat utnuk mewujudkan kembali reaktivasi budaya, mengembalikan adat dan budaya nusantara sebagai identitas bangsa di tengah masyarakat yang pragmatis.

“Ini merupakan peringatan peristiwa bersejarah yang dapat ambil hikmahnya. Perayaan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kita bukan lagi memperingati terjadinya bencana namun merefleksikan ajaran luhur dari Galunggung diantaranya sebagai pusat keilmuan, peradaban, dan spiritual,” terangnya.

Ketua Panitia kegiatan, Rizki menyampaikan bahwa kemasan MoG tahun ini disajikan berbeda. Semua yang terlibat dalam gelaran tersebut sepakat untuk mengemasnya lebih spesial.

“Dari kegiatan ini, kunjungan wisatawan harus dimaksimalkan, minimal untuk wisatawan domestik sehingga nantinya bisa memberikan peningkatan nilai ekonomi bagi Pemerintah, Perhutani, dan masyarakat,” tandasnya. (Kom-PHT/Tsk/AH)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019