Perhutani Nganjuk Jadi Obyek Penelitian Mahasiswa Dari Berbagai Daerah

NGANJUK, PERHUTANI (16/07/2019) | Pengelolaan hutan di Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk menjadi daya tarik bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang akan menyelesaikan tugas akhir, tercatat dalam bulan Juli 2019 ada empat orang mahasiswa yang melakukan penelitian di wilayah kerja Perhutani Nganjuk untuk keperluan penyusunan skripsi maupun tesis.

Mahasiswa tersebut berasal beberapa perguruan tinggi, yakni dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Universitas Negeri Jambi (Unja) dan Universitas Sumbawa.

Administratur Perhutani KPH Nganjuk Bambang Cahyo Purnomo mengatakan bahwa pengelolaan sumber daya hutan di Perhutani KPH Nganjuk sudah sesuai dengan standart operasional kerja (SOP), bahkan dikembangkan sesuai dengan dinamika dilapangan seperti kearifan lokal.

“Wilayah kerja Perhutani KPH Nganjuk cukup reprensentatif untuk dijadikan lokasi penelitian, karena memiliki berbagai bidang pengelolaan terutama yang menonjol dalam bidang Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM),” ujar Bambang.

Bambang juga berharap hasil skripsi maupun tesis dari para mahasiswa nantinya juga diberikan ke Perhutani KPH Nganjuk, supaya dapat dijadikan sebagai bahan masukan pengelolaan hutan yang sudah dilaksanakan oleh Perhutani.

Salah satu mahasiswa pasca sarjana dari Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB), Riska yang meneliti tentang peranan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dalam meningkatkan kelestarian hutan untuk bahan tesis Magisternya tersebut mengatakan bahwa dipilihnya Perhutani KPH  Nganjuk sebagai obyek penelitiannya karena sudah  melalui beberapa pertimbangan baik dari eksternal maupun dari internal Perhutani.

“Setelah melakukan beberapa kunjungan dan wawancara terhadap responden di beberapa tempat, dapat kami simpulkan bahwa pelaksanaan PHBM di Perhutani KPH Nganjuk sudah sangat maju, dan masyarakat sudah merasakan manfaatnya,” Jelas Riska.

Mahasiswa lainnya yang melakukan penelitian yakni dari Unibraw Malang meneliti tentang pemetaan tanaman porang. Sedangkan dari Unesa meneliti tentang partisipasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam pembangunan  wilayah dan Universitas Negeri Jambi melakukan praktek kerja lapang. (Kom-PHT/Ngj/Srlt)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019