Perhutani Tasikmalaya Tanam Mangrove dan Lepas Tukik Bersama Stakeholder

TASIKMALAYA, PERHUTANI (08/07/2019) | Perhutani Tasikmalaya bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI Kabupaten Tasikmalaya, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Jawa Barat, Mahasisiwa Pecinta Alam tingkat Perguruan Tinggi se-Indonesia, Bharawana Universitas Jenderal Ahmad Yani Bandung, Forkopimcam Kecamatan Cipatujah, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mulya Sari merayakan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia di pesisir pantai selatan petak 65 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cipatujah, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangnunggal, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya, masuk wilayah administratitf Desa Ciandum Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (07/07).

Acara dengan tema “Hutanku Adalah Napasku” digagas oleh panitia untuk melaksanakan penanaman mangrove dan pelepasan Tukik di tepi pantai Cipatujah, sebagai bentuk kepedulian alam dan lingkungan hidup, jenis pohon yang ditanam yaitu bakau sebanyak 700 plances dan pelepasan penyu hijau (tukik) sebanyak 150 ekor ke laut pantai selatan.

Administratur KPH Tasikmalaya, Benny Suko Triatmoko menyampaikan bahwa penanaman mangrove jenis bakau sangat penting untuk menahan dari abrasi pantai, sesuai dengan isu lingkungan hidup yang akhir-akhir ini sering terjadi bencana alam dan akhirnya merusak lingkungan hidup, untuk itu Perhutani siap membuka lahan untuk ditanami mangrove agar hutan terjaga kelestarinnya.

“Penanaman ini merupakan titik awal dari kebangkitan penanaman di pesisir pantai Selatan, untuk itu mari kita dukung program ini untuk perbaikan lingkungan hidup, khususnya sempadan pantai Cipatujah ini,” ajak Benny.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan wilayah VI Kabupaten Tasikmalaya, Badrujaman mengatakan fungsi hutan mangrove antara lain unutk mencegah intrusi air laut yang dapat menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak baik untuk dikonsumsi, selain itu hutan mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga dapat mencegah terjadinya abrasi.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia kegiatan, Fendy Rijal menyatakan akan terus mendukung penanaman bersama mangrove ini karena hal ini merupakan kegiatan penyelamatan lingkungan hidup di pesisir pantai. Untuk itu Ia meminta Perhutani agar mengagendakan kegiatan seperti ini tiap tahun jika memungkinkan.

Ketua LMDH Mulya Sari, Ubad menyampaikan sangat mendukung setiap agenda lingkungan hidup yang melibatkan anggota LMDH, termasuk penanaman mangrove untuk menghindari bencana banjir dan abrasi pantai, Untuk itu LMDH siap mengawal dan mensukseskan penanaman mangrove. (Kom-PHT/Tsk/AH)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019