72 Pemuda dari 40 Negara Kunjungi Wisata Pulau Merah dan ‘de Djawatan’

BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (23/08/2019) | Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mempromosikan dan mengeksplor potensi budaya dan wisata terus digalakkan. Hal ini dibuktikan dengan telah diselenggarakannya Indonesia Channel 2019 yang merupakan rangkaian dari Banyuwangi festival 2019.

Indonesia Chanel ini adalah suatu rangkaian dari kegiatan Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang diikuti oleh 72 peserta dari 40 negara sahabat di 6 (enam) daerah yang ada di Indonesia antara lain Banyuwangi, Bali, Padang, Kutai Kertanegara, Makasar dan Yogyakarta yang berlangsung mulai 4 Mei s.d 19 Agustus 2019. Banyuwangi menjadi bagian daerah yang menyelenggarakan BSBI, yang pembukaannya acaranya oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi Silalahi beberapa waktu yang lalu.

Perhelatan Indonesia Channel-BSBI yang juga dihadiri 24 Dubes, ini merupakan kegiatan mahasiswa dari berbagai Negara sahabat dalam rangka mengenal, mempelajari tentang budaya, adat istiadat, bahasa, musik dan wisata daerah termasuk di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Dalam sambutannya Menlu Retno marsudi Silalahi mengatakan “Melalui program ini kami ingin terhubung, membuat ikatan, dan membangun jaringan Friends of Indonesia yang disatukan oleh kecintaan pada seni dan budaya dan semangat kita dalam mempromosikan perdamaian, toleransi dan harmoni,” papar Menlu Retno Silalahi.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya merasa bangga dan tersanjung Banyuwangi bisa menjadi salah satu tuan rumah peserta BSBI, sekaligus menjadi tempat pelaksanaan Inchan 2019. Anas juga berharap program BSBI pada tahun-tahun mendatang terus ditempatkan di Banyuwangi.

Pada hari berikutnya para peserta tersebut belajar tentang budaya, adat istiadat, bahasa, musik daerah Banyuwangi dan mereka mengunjungi destinasi Wisata paling populer pantai Pulomerah dan De-Djawatan yang berada di wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan yang sangat viral di media sosial sebagai destinasi yang eksotis.

Di lokasi ‘de Djawatan’ peserta merasakan kekaguman atas keunikan dan indahnya hutan trembesi yang seolah-olah berada dalam dunia fantasi seperti berada dalam film Lord of the Ring, puas menikmati keunikan ‘de Djawatan’ rombongan melanjutkan ke wisata pantai Pulau Merah, kontan saja melihat eksotisnya pantai pulaumerah merekapun tak henti-henti berswafoto manandakan kekagumannya apalagi melihat panorama indahnya sunset pulau merah.

Seperti diungkapkan oleh Matilde Secca salah satu peserta dari Portugal dan Youngtaek Hong dari Korea Selatan menyatakan “Kami sangat senang mengikuti program ini, selain budayanya dan musiknya bagus, masyarakat Banyuwangi orangnya ramah, juga keindahan alamnya sangat menakjubkan dan berharap bisa kembali di Banyuwangi,” ungkapnya.

Secara terpisah Administratur Perhutani Banyuwangi Selatan Nur Budi Susatyo merasa bangga karena kedua wisata KPH Banyuwangi Selatan menjadi tujuan dari kunjungan peserta Indonesia Channel-BSBI.

“Dengan dikunjunginya pantai Pulau Merah dan ‘de Djawatan’ dapat dikatakan destinasi wisata ini sudah mendunia dan ini menjadi sarana promosi karena mereka akan menceritakan keindahan wisata Banyuwangi di negaranya masing-masing,” ujar Nur Budi.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi khususnya kepada Bupati yang telah menghelat Banyuwangi Festival (B-Fest) Indonesia Channel yang berimplikasi meningkatnya kunjungan wisatawan di wilayah Perhutani seperti destinasi wisata Pulau Merah dan ‘de-Djawatan’ menjadi dua destinasi paling ramai dikunjungi. (Kom-PHT/Bws/Muk)

Editor : Ywn

Copyright©2019