Blusukan ke Hutan

BUMN TRACK (15/8/2019) | Memimpin sebuah perusahaan yang melibatkan banyak mitra masyarakat, membutuhkan keahlian khusus baik dalam keutusan teknis maupun seni berkomunikasi. Denaldy Mulino Mauna yang ditunjuk sebagai pucuk pimpinan di Perum Perhutani sejak September 2016 senantiasa mengaplikasikan nilai – nilai positif berdasarkan pengalaman yang ia rajut sebelumnya.

 

Dirinya tak memungkiri, tantangan terbesar baginya adalah memahami akan kebutuhan maupun kesejahteraan dari seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan hutan oleh Perhutani. Karenanya, Denaldy dan jajaran terus belajar untuk memahami budaya dan karakter mereka, terlibat dalam aktivitas masyarakat di sekitar hutan sekaligus memberikan kepedulian secara riil dan berkelanjutan, mengingat kerjasama yang mereka jalin adalah kerjasama jangka panjang.

 

Untuk mengetahui dengan pasti kondisi maupun permasalahan di lapangan, pria kelahiran Paris, 04 Juli 20171 ini tak segan turun langsung untuk menemui para pekerja, membelah dinginnya malam di antara rimbunnya hutan sekalipun.

 

“Jika kita ingin menciptakan sebuah program yang tepat dan efektif, kuncinya adalah kita harus turun langsung ke lapangan. Saya beberapa kali sengaja blusukan ke hutan tengah malam, bertemu dengan para mandor dan pekerja, menanyakan konsisi dan kebutuhan mereka,” ungkap pimpinan yang juga tak sungkat untuk makan bersama dan menggunakan kendaraan bersama para karyawan di lapangan ini.

 

Filosofi kepemimpinan ia resapi dari pengalamannya bekerja selama 11 tahun di perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet milik konglomerat negeri ini. Oleh pendiri Tripura Group, Denaldy mendapatkan banyak pelajaran, seperti membangun sistem dan budaya korporasi, berprinsip “walk the talk” atau member contoh dan konsisten menjalaninya, serta bersikap bijaksana dan membumi. Baginya, inilah cara yang efektif untuk merangkul sekaligus menggerakkan orang banyak, mengingat jumlah yang berkepentingan dengan Perhutani sangatlah besar.

 

Tak lupa, pria yang saban pagi menyempatkan waktu untuk berolahraga ini mengingatkan bahwa apa yang kita lakukan, lakukanlah dengan tulus. Dirinya tak pernah berambisi untuk meraih suatu jabatan tertentu, melainkan berusaha mempersembahkan yang terbaik atas setiap penugasan yang diberikan. Bahkan, ketika pertama kali ditunjuk ke Perhutani, ayah dua anak yang hobi nonton dan membaca ini menyadari bahwa salah satu tugas utamanya adalah mencari pengganti dirinya utnuk melanjutkan estafet kepemimpinan.

 

“Ambisi saya adalah bagaimana agar segala tugas yang diberikan kepada saya dapat dikerjakan melampaui ekspektasi mereka. Hasil yang baik inilah yang akan membawa kita ke jenjang berikutnya,” pungkasnya tersenyum.

 

Sumber : BUMN Track (hal 77)

Tanggal : 15 Agustus 2019