HKAN 2019 Perhutani Ikuti Kegitan Pelepasan Tukik di Tasikmalaya

TASIKMALAYA, PERHUTANI (10/08/2019) | Dalam rangka memperingati  Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tanggal 10 Agustus 2019  dan mendukung pelestarian satwa liar Perhutani  Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya bersama Dinas Kehutanan Provinsi  Jawa Barat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Ciamis,  Cabang Dinas Kehutanan (CDK) wilayah VI Tasikmalaya, Ikatajn Keluarga Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA-SKMA) Jawa Barat, Cobra (Corp Brigade Rimbawan) dan stakeholder lainnya melaksanakan pelepasan anak penyu hijau (tukik) di Suaka Margasatwa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah pada Sabtu (10/08).

Pelepasan anak penyu hijau (Tukik) di pantai Sindangkerta merupakan agenda yang telah disusun dengan matang dalam rangka HKAN. Pantai Sindangkerta masuk administratif Dusun Sindangkerta Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah sekitar 3 jam jauhnya dari pusat kota Tasikmalaya. Lokasi tersebut merupakan habitat penyu hijau yang dikelola BKSDA.

Administratur Perhutani Tasikmalaya, Benny Suko Triatmoko menyampaikan bahwa keikutsertaan Perhutani dalam pelepasan tukik adalah untuk melestarikan satwa  langka yang dilindungi agar tidak punah dan bisa berkembang biak dengan baik, terlebih lokasi pelepasanya juga masih berada di Kabupaten Tasikmalaya “Sudah seharusnya menjadi kebanggan tersendiri bagi warga Tasikmalaya yang masih mempunyai habitat satwa langka dan dilindungi tersebut,” ujar Benny.

“Pantai Sindangkerta merupakan habitat yang perlu dilestarikan agar penyu-penyu tersebut bisa berkembang biak dengan baik, sehingga kelestarian hidup penyu tersebut akan tejamin,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat habitat penyu di pantai Sindangkerta, sehingga generasi mendatang bisa melihat penyu yang ada di sindangkerta. Ia juga menjelaskan penyu di pantai Sindangkerta dapat menjadi daya tarik bagi wisata.

“Penyu di pantai Sindangkerta ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan berkunjung ke tempat ini, habitat penyu tidak ada di tempat lain meski sebenarnya ada juga di pantai Pelangi di Bantul. Untuk itu mari kita jaga dan rawat agar tukik hijau  ini hidup dan berkembang biak dengan baik,” pungkasnya.

Kepala CDK wiayah VI Tasikmalaya, Badrujaman  menjelasakan konsep edutourism dinilai cocok dikembangkan di pantai yang mendukung pelestarian penyu. khususnya kalangan pelajar mendapat pengalaman belajar secara langsung dari alam

“Pengembangan tukik hujau ini bisa didesain dan dikembangkan, paling menyenangkan dan menjadi suatu kebanggaan apabila ketika tukik itu di pegang lantas di lepas kelaut untuk berkembang biak,” jelasnya. (Kom/Pht-Tsk/AH)

Editor : Ywn

Copyright©2019