Obyek Wisata di Lereng Slamet Aman Dikunjungi

REPUBLIKA.CO.ID (11/8/2019) | Meski aktivitas Gunung Slamet mengalami peningkatan, namun sejumlah obyek wisata yang berada di lereng gunung tersebut masih aman dikunjungi. Lokasi yang steril dari aktivitas manusia, hanya sejauh 2 km.

“Untuk obyek wisata, seluruhnya berada di luar radius itu sehingga masih aman dikunjungi,” ucap Kepala KPH Perhutani Banyumas Timur Didiet Widhy Hidayat, Sabtu (11/8).

Dia menyebutkan, sejumlah obyek wisata yang dikelola Perhutani Banyumas Timur masih beroperasi seperti biasa. Obyek wisata tersebut, terdiri dari obyek wisata Curug Cipendok, Wana Pramuka, Curug Gomblang, Curug Jenggala, Curug Bayan, Bukit Pandang Munggang, Baturraden Adventure Forest, Hutan Pinus Limpakuwus, Damaran Forest, Kampung Kurcaci, Serang Highland, serta Pinesan Serang.

Demikian juga dengan obyek wisata Baturraden yang dikelola Pemkab Banyumas, sejauh ini masih beroperasi seperti biasa. Pengunjung masih bisa menikmati keindahan alam dan berbagai wahana wisata yang ada di lokasi wisata tersebut.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Asis Kusumandani, mengatakan jarak obyek wisata Baturraden dengan puncak Gunung Slamet mencapai sekitar 12 kilometer. ”BPBD Banyumas sudah memberikan informasi, zona yang dilarang aktivitas ada pada radius 2 kilometer dari kawah. Lokawisata Baturraden itu, jaraknya 12 kilometer sehingga masih aman dikunjungi,” katanya.

Dia menyatakan, wisatawan tak perlu khawatir untuk berlibur ke Baturraden. ”Sejauh ini, aktivitas wisata yang ditutup baru jalur pendakian. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya warga yang mendekati radius 2 km,” katanya.

Sedangkan untuk obyek wisata yang berada di wilayah Kabupaten Purbalingga, juga masih belum terpengaruh oleh adanya peningkatan status Gunung Slamet. Antara lain seperti obyek wisata Goa Lawa, Taman Parkir dan objek wisata Kampung Kurcaci di Desa Serang Kecamatan Karangreja.

Pengeloka obyek wisata Kampung Kurcaci, Hendi, mengatakan peningkatan aktivitas gunung Slamet tidak berdampak pada kunjungan wisatawan. ”Kami jelaskan, lokasi obyek wisatanya cukup jauh dari puncak Slamet, tidak termasuk lokasi steril radius 2 km,” jelasnya.

Ketua Aliansi Pariwisata Banyumas, Muslimin, mengaku khawatir kabar adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet akan berdampak buruk terhadap kunjungan wisatawan. Penurunan kunjungan wisatawan ini, pernah terjadi tahun 2014 saat aktivitas Gunung Slamet meningkat.

”Mudah-mudahan, hal itu tidak terjadi saat ini karena kenyataannya, obyek wisata Baturraden masih aman untuk dikunjungi,” kata dia.

Sumber : republika.co.ID

Tanggal : 11 Agustus 2019