Perhutani dan LMDH Kembangkan Wisata Alam Bukit Seribu Besek

PURWOREJO, PERHUTANI (15/8/2019)  | Bukit Seribu Besek merupakan salah satu wisata alam rintisan Perhutani yang berada di Kabupaten Purworejo, tepatnya Desa Guntur Kecamatan Bener yang menampilkan view besek warna warni tersebar di sepanjang jalan wisata tersebut.

Mengapa diberi nama Seribu Besek? Menurut Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Makmur Abadi, Agus Mulyadi kata Besek diambil karena hampir sebagian besar mata pencaharian masyarakat Desa Guntur adalah pembuat kerajinan besek. Bahan baku anyamannya pun didapat dengan mudah berasal dari pohon bambu yang banyak ditemui di sekitar Desa Guntur. Bagi masyarakat Jawa nama besek tentu saja tidak asing di telinga. Besek biasa digunakan sebagai wadah tempat makan tradisional pada acara-acara tertentu seperti kenduren, nikahan dan lain lain.

“Wisata ini dibangun atas inisiatif warga setempat mengingat lokasinya yang cukup bagus dan strategis serta dapat diakses dengan mudah oleh wisatawan”, ujar Agus.

Wisata Bukit Seribu Besek masuk dalam kawasan hutan negara yang dikelola Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan  terletak di Resor Loano  BKPH Purworejo  yang dikerjasamakan dengan LMDH Makmur Abadi seluas + 7,5 Ha. Pengelolaan oleh LMDH ini merupakan salah satu upaya pengamanan hutan secara bersama untuk menjaga kelestarian fungsi hutan, rehabilitasi lahan dan sumberdaya alam lainnya.

Administratur KPH Kedu Selatan, Yudha Suswardhanto menyampaikan bahwa wana wisata merupakan salah satu pemanfaatan hutan guna peningkatan dan pemberdayaan sosial masyarakat hutan dalam rangka pengelolaan sumberdaya hutan bersama masyarakat.

“Dimungkinkan pemanfaatan hutan untuk kegiatan bermanfaat serta mempunyai nilai ekonomis tinggi yang dapat menunjang pendapatan perusahaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan seperti wisata alam. Tentu saja kegiatan tersebut jangan sampai mengubah bentang alam, serta tidak merusak lingkungan lainnya sesuai kaidah-kaidah pelestarian hutan”, jelas Yudha.

Salah satu keunikan yang ditonjolkan pada wisata ini adalah spot top selfie dengan memanfaatkan barang – barang daur ulang seperti botol dan kemasan plastik lainnya, wahana bermain anak-anak, outbound dan camping  ground. Wisata Bukit Seribu Besek juga sering melaksanakan berbagai event atau pentas pagelaran kesenian tradisional seperti jathilan dan pencak silat.

Wisata ini telah dilengkapi dengan fasilitas umum yang memadai seperti toilet, tempat parkir yang cukup luas serta warung – warung kecil yang menyediakan kuliner khas Purworejo dengan harga reatif murah seperti nasi jagung dan tempe mendoan. Dengan jarak + 12 Km dari pusat kota Purworejo dan akses jalan yang cukup bagus dapat mudah ditempuh dengan berbagai alat transportasi baik pribadi atau umum bisa menjadi pertimbangan wisatawan lokal untuk berkunjung di wisata Bukit Seribu Besek ini. (Kom-PHT/Kds/Ken)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019