Perhutani Mojokerto Gelar FGD Pangkas Perdana Daun Kayu Putih

MOJOKERTO, PERHUTANI (23/08/2019) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto mengadakan kegiatan Forum Group Discusion (FGD) Pangkas Perdana Daun Kayu Putih dan Penentuan Mutu Daun Kayu Putih yang dilaksanakan di petak 75 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kupang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kemlagi pada Kamis (22/8).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk antusias dalam mengawal keberhasilan produksi minyak kayu putih (MKP) tahun 2019 dengan tujuan untuk meningkatkan rendemen minyak kayu putih.

Kegiatan FGD tersebut dipimpin oleh Administratur KPH Mojokerto Suratno dan diikuti oleh jajaran KPH Mojokerto diantaranya Wakil Administratur, Kepala Seksi Kelola SDH, Asisten Perhutani (Asper) pemasok daun kayu putih, perwakilan KRPH, Mandor pungut daun kayu putih, Kepala Pabrik Minyak Kayu Putih (PMKP) Kupang dan segenap karyawan PMKP.

Dalam praktek dilapangan, Suratno menunjukkan langsung cara pangkas perdana daun kayu putih sesuai standar dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Hutan (Puslitbang SDH) Perhutani dengan metode pangkas bertingkat, yakni dengan cara memilih batang diameter minimal 2 cm dan dipotong miring 45° arah timur dengan ketinggian 60 cm dari permukaan tanah dimana pada pangkas selanjutnya dipotong pada ketinggian 90 cm dan 120 cm.

Menurut Suratno pangkas dilakukan menggunakan gergaji yang tajam supaya batang tidak pecah, sedangkan pangkas bertingkat tanaman kayu putih dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu daun kayu putih.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dengan 5 variabel pengujian yaitu besaran ranting, warna daun, usia daun, bau atsiri dan kandungan buah ditetapkan mutu daun kayu putih, menjadi mutu U, P, D dan T tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu daun kayu putih sehingga dihasilkan rendemen minyak kayu putih yang semakin tinggi.

“Dengan diadakannya FGD kali ini diharapkan bisa mendongkrak keberhasilan produksi daun kayu putih dan meningkatkan rendemen minyak kayu putih, sehingga target produksi dan penghasilan bisa dicapai,” ujar Suratno. (Kom-PHT/Mjk/Umi)

Editor : Ywn

Copyright©2019