16 Ribu KK di Jabar Manfaatkan Lahan Perhutani untuk Kebun Kopi

DETIK.COM (13/9/2019) | Dinas Kehutanan Jawa Barat mendukung optimalisasi komoditas kopi untuk mendongkrak ekonomi masyarakat. Salah satunya penyediaan lahan milik Perum Perhutani seluas 26 ribu hektare untuk dikelola masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan Jabar Epi Kustiawan mengatakan luas lahan yang dimanfaatkan untuk perkebunan sekitar 26 ribu hektare. Lahan garapan tersebut digarap 16 ribu kepala keluarga atau petani.

“Sekarang ini kurang lebih 16 ribu kepala keluarga yang memanfaatkan. Untuk di Bandung Selatan dan Utara pemanfaatannya itu kebanyakan tanaman kopi,” kata Epi saat dihubungi, Sabtu (13/9/2019).

Pihaknya kini tengah mengoptimalkan kopi khususnya arabika. Kopi jenis arabika tumbuh baik di atas ketinggian 1.000 meter dari permukaan air laut (Mdpl). “Nah di ketinggian itu rata-rata di kawasan lindung Perum Perhutani,” katanya.

Menurutnya Dinas Kehutanan sendiri merupakan ketua Kelompok Kerja (Pokja) Program Perhutanan Sosial yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pihaknya bertanggung jawab mengembangkan potensi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), tak terkecuali untuk komoditas kopi arabika.

“Kalau sertifikasi itu dari dinas perkebunan bibit dari Dinas Perkebunan (Jabar). Nah kalau kita ada di dalam kawasan hutan, bagaimana mempercepat dan mendukung LMDH agar mendapatkan hasil yang lebih optimal,” ucapnya.

Dia mengakui pemanfaatan hutan milik Perum Perhutani tersebut telah mendapatkan izin dari KLHK. Sehingga pihaknya memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada petani yang menggarap lahan perkebunan di kawasan hutan lindung.

“Kita ada kewajiban untuk membina petani supaya apa yang direncanakan oleh mereka sesuai dengan syarat dan terarah keberhasilannya,” ujar dia.

Seperti diketahui, Pemprov Jabar membagikan enam juta benih kopi bersertifikat kepada warga terutama yang tergabung dalam kelompok tani. Terakhir, bantuan 2 juta benih kopi diberikan secara bertahap saat pelaksanaan Hari Perkebunan ke-61 pada 10 Desember 2018 lalu.

Jabar memang bukan provinsi penghasil biji kopi terbanyak di Indonesia. Namun pada beberapa daerah dikenal sebagai produsen kopi berkualitas dan bercita rasa tinggi. Hal itu dibuktikan saat kopi jenis arabika produksi petani Jabar menjadi jawara saat event Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat, pada April 2016 lalu.

Sumber : detik.com

Tanggal : 13 September