Administratur Perhutani Bogor Jadi Narasumber Konservasi Tanaman Langka

BOGOR, PERHUTANI (19/09/2019) | Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, Jerry Purwo Nugroho menjadi narasumber dalam acara Kegiatan Analisis Penelitian dan Pengembangan Konservasi Tanaman Langka di Kawasan IPSC (International Practical Shooting Confederation) yang diinisiasi oleh Badan Instalasi Strategis Pertahanan (Baninstrahan) Kementerian Pertahanan RI, bertempat Hotel Olympic Renotel Sentul Bogor, Rabu (18/9).

Acara dibuka oleh kepala Pusat Baninstrahan Umar Arif, dihadiri oleh para pejabat Eselon Tiga dan Empat di Lingkungan Kementrian Pertahanan dan Keamanan, para pejabat Kementrian dan Lembaga di IPSC Sentul, serta undangan terkait.

Dalam paparannya Administratur KPH Bogor, Jerry Purwo Nugroho menjelaskan kedudukan Perum Perhutani sebagai Badan Usaha Milik Negara yang ditugasi mengelola hutan Negara di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat & Provinsi Banten, kecuali hutan konservasi sesuai Peraturan Pemerintah No.72 tahun 2010 (Tentang Perusahaan Umum (Perum) Kehutanan Negara) berdasarkan prinsip pengelolaan hutan lestari dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Selanjutnya Jerry menambahkan kegiatan pengelolaan hutan di hutan negara yang meliputi kegiatan (a) Tata hutan & penyusunan rencana pengelolaan hutan (b) Pemanfaatan hutan (c) Rehabilitasi & reklamasi hutan; dan (d) Perlindungan hutan dan konservasi alam. Selain itu disampaikan pula bahwa kegiatan pengelolaan hutan Perum Perhutani mengacu pada prinsip Pengelolaan Hutan Lestari (PHL), serta kesedian Perhutani untuk membantu kegiatan penanama di lokasi IPSC.

“Mungkin untuk selanjutnya kami bisa membantu dari segi tanaman-tanaman kehutanan kepada IPSC. Semoga semua hal-hal yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua,” ungkapnya, mengakhiri paparan.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengelolaan Kawasan Baninstrahan Kemhan Umar Arif menyatakan bahwa tugas dan fungsi pengelolaan kawasan IPSC adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan menjadikan kawasan IPSC sebagai pusat analisis dan konservasi tanaman langka, dengan tujuan untuk menelaah secara ilmiah kajian-kajian tetang penelitian dan pengembangan suatu konservasi tanaman langka, untuk di terapkan di kawasan IPSC. Sehingga kawasan IPSC menjadi kawasan konservasi yang dapat meningkatkan daya guna dan produktifitas lahan.

Lebih lanjut Umar menjelaskan, bahwa di dalam IPSC terdapat tujuh kementrian dan lembaga, yang pada awalnya menempati lahan seluas 261 hektar dalam perkembangannya sekarang menjadi 286 hektar. Sehingga sangat di perlukan pengelolaan lahan secara optimal, dengan langkah-langkah pengembangan melalui bekerjasama, pembuatan master plant, uji AMDAL dan melakukan penataan dan pengembangan di seluruh kawasan IPSC.

“Kami berharap agar hasil analisis yang disampaikan oleh para nara sumber dapat memberi manfaat dan diterapkan di lingkungan kerja maupun di lingkungan masyarakat dimana kita bertempat tinggal,” pungkasnya. (Kom-PHT/Bgr/Dn)

Editor : Ywn

Copyright©2019