Perhutani Bersama LMDH Adakan Diskusi Penguatan Tanaman Biomassa

MANTINGAN, PERHUTANI (17/9/2019) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Kalinanas Kecamatan Japah Kabupaten Blora mengadakan diskusi penguatan tanaman biomassa bagi LMDH, di Kantor Asper Perhutani Desa Kalinanas, Selasa (17/9).

Hadir dalam diskusi tersebut Asper Perhutani, Kepala Desa Se-wilayah Kecamatan Japah, Tokoh Masyarakat, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Karya Alam Lestari.

Dalam sambutannya, KSS Komunikasi Perusahaan Ismartoyo menyampaikan pesan Administratur KPH Pati bahwa untuk Biomasa Gliricidia yang diprogramkan oleh Perum Perhutani bertujuan untuk mempercepat tambahan penghasilan.

“LMDH perlu menguatkan kelembagaan dan kekompakan penggarap pangkuan hutannya agar lebih cepat dalam memproses lahan bekas tebangan untuk dimanfaatkan kembali sebagai lahan garapan dengan tanaman biomassa gliricidia. Lubang tanaman biomassa dari plances  20 x 20 memakai stek 15×15. Untuk tanaman JPP (jati Plus Perhutani) lubang tanamnya 40×40 dalam 40 tampang bawah 30×30”, jelasnya.

Sementara itu Isnaini Sak’diyah (Nina) dari LSM Karya Alam Lestari menambahkan pihaknya siap melakukan pendampingan bagi masyarakat untuk menggarap lahan-lahan Perhutani yang sudah digarap oleh masyarakat.

“Ini untuk memberikan perlindungan kepada para penggarap lahan di kawasan hutan tidak diperjualbelikan maupun disewakan kepada pihak ketiga. Selain itu diharapkan masyarakat yang menggarap lahan tidak membakar lagi serasah yang ada di dalam kawasan hutan. Bagi pembakar lahan kawasan hutan baik untuk korporasi maupun perorangan hukumnya sangatlah berat. Dari denda 5 hingga 15 Milyard. Jangan sampai ada penggarap lahan yang terjerat kasus KarHutla”, ujarnya. (Kom-PHT/Mtg/Sgt)

Editor : Ywn

Copyright©2019