Perhutani Garut Miliki Destinasi Wisata Taman Bunga Puncak Kalang

GARUT, PERHUTANI (05/09/2019)  |  Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut dengan mayoritas hutan lindung mencari terobosan untuk meningkatkan pendapatan dengan cara menggali potensi wisata alam,  salah satunya yaitu wisata Taman Bunga Puncak Kalang yang terletak di petak 33b Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wanaraja, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cibatu, masuk wilayah administratif Desa Cinta Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut.

Rintisan wisata Taman Bunga Puncak Kalang yang dilaunching oleh Administratur KPH Garut pada tanggal 27 Mei 2019  cukup mendapat apresiasi dari  masyarakat Kabupaten Garut dan luar daerah. Aksesnya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Garut ke lokasi wisata sekitar 25 Km atau satu jam setengah perjalanan darat bisa ditempuh mengunakan roda dua ataupun roda empat.

Pemandangan hutan yang hijau dan rimbun dapat menyegarkan mata, di sepanjang jalan menuju lokasi sudah terpasang papan informasi yang dilengkapi  dengan penjelasan tentang wisata alam dan fasilitas yang ada. Mewakili Administratur KPH Garut, Asisten Perhutani (Asper) Cibatu Yaya Sunarya  menjelaskan fasilitas yang sudah  tersedia di Taman Bunga adalah camping ground, permainan anak dan tempat selfie yang menyajikan latar belakang alam.

“Wisata alam ini dikerjasamakan dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Cinta Hutan dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Puncak Kalang. Pendapatan yang diperoleh Perhutani KPH Garut dari lokasi wisata ini dibagi sesuai proporsi masing-masing sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ujarnya.

Dalam penjelasannya Ketua LMDH Cinta Hutan, Ade Diat menyatakan dibukanya lokasi wisata alam ini  memberikan tambahan pendapatan bagi warga sekitar yaitu dari penjualan cindera mata (souvenir) dan makanan khas garu. Ia mengajak untuk memelihara dan menjaga lokasi wisata, serta terus mengembangkan fasilitas yang diperlukan, sehingga wisata menjadi maju dan berkembang.

“Saya minta agar fasilitas yang ada terus dipelihara dan dirawat dengan baik, kalau bisa terus ditambah fasilitas–fasilitasnya tetapi tidak mengesampingkan fungsi hutan,” ujarnya. (Kom-PHT/Grt/Ee)

Editor : Ywn

Copyright©2019