Perhutani Nganjuk Dorong LMDH Kembangkan Usaha Penyulingan Minyak Kayu Putih

NGANJUK, PERHUTANI (05/09/2019) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk terus mendorong Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sidomakmur Desa Mancon, Wilangan Kabupaten Nganjuk untuk mengembangkan usaha penyulingan minyak kayu putih dengan menambah tiga mesin ketel untuk meningkatkan produksinya.

“Sebelumnya sudah ada 1 mesin ketel yang sudah beroperasi, dan saat ini sedang dikerjakan lagi sebanyak 3 mesin ketel yang rencana selesai pada bulan Desember 2019. Dengan selesainya tiga mesin ketel itu nantinya diharapkan pada tahun 2020 sudah bisa berproduksi,” kata Mohammad Arbai Ketua LMDH Sido Makmur saat ditemui pada, Rabu (4/5).

Arbai mengatakan bahwa usaha penyulingan kayu putih ini merupakan cita-citanya sejak  lama yang baru bisa diwujudkan sekarang ini. Menurut ia lokasi penyulingannya sangat strategis, yakni dekat areal tanam tanaman kayu putih,  akses jalan dekat dan mudah serta jauh dari pemukiman penduduk.

Arbai mengaku bahwa tempat penyulingan kayu putih ini akan didesain dengan baik dan dilengkapi sarana perkantoran, ruang pertemuan, mushola, kamar mandi dan toilet serta fasilitas lainnya.

“Apabila fasilitas sudah lengkap akan dijadikan sarana wisata edukasi bagi para anak-anak, pelajar dan masyarakat umum tentang proses pembuatan minyak kayu putih dari hulu sampai ke hilirnya,” ujar Arbai.

Menanggapi hal tersebut Administratur KPH Nganjuk, Bambang Cahyo Purnomo mengatakan jika apa yang sudah dilakukan oleh LMDH Sidomakmur ini merupakan salah satu bentuk kegiatan usaha produktif yang berbasis non lahan atau kegiatan diluar kawasan hutan.

Kata Bambang kegiatan tersebut akan menyerap banyak sekali tenaga kerja mulai dari tenaga kerja pemungut daun kayu putih di  lahan, tenaga muat dan bongkar, tenaga angkutan dan tenaga penyulingan. “Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh LMDH Sidomakmur dapat berkontribusi dalam menyediakan lapangan kerja bagi anggota LMDH dan masyarakat disekitarnya” ujarnya.

Bambang menjelaskan lebih lanjut bahwa kegiatan yang dilakukan oleh LMDH Sidomakmur ini adalah kolaborasi antara KPH Nganjuk dan LMDH Sidomakmur sudah sesuai dengan skema Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dengan bekerja sama dan saling menguntungkan serta hasilnya bisa untuk meningkatkan kesejahteraan anggota LMDH.

Menurut Bambang Perhutani KPH Nganjuk memiliki potensi bahan baku daun kayu putih pada lahan seluas 1.167,7 hektar. Dari luasan tersebut target produksi daun kayu putihnya sebanyak 1.337 ton. “Dengan target itu dapat mencukupi kebutuhan produksi penyulingan LMDH Sido Makmur, dan tentunya Perhutani KPH Nganjuk terus melakukan beberapa upaya agar target produksi minyak bisa dicapai”, ucap Bambang. (Kom-PHT/Ngj/Srl)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019