Petani Badui didorong terus kembangkan tanaman kencur

ANTARANEWS.COM (4/9/2019) | Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Banten, mendorong petani Badui terus mengembangkan tanaman kencur untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

“Kami mengapresiasi produksi kencur yang dipasok ke sejumlah pasar tradisional itu dari petani Badui,” kata Kepala Distanbun Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Rabu.

Selama ini, kata dia, produksi kencur petani Badui bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal hingga dipasok ke Tangerang dan Jakarta.

Saat ini, harga kencur di tingkat petani cukup baik sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi keluarga.

Karena itu, pihaknya meminta petani Badui terus mengembangkan tanaman kencur di lahan ladang sehingga dapat menjadi pekerjaan tetap dan bukan usaha sampingan.

Kencur dari petani Badui masuk kategori organik karena tanpa menggunakan pupuk kimia.

Produksi tanaman kencur itu dijadikan bahan baku obat-obatan tradisional.

Karnaen (50), seorang petani Badui Dalam warga Cibeo, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, mengatakan terbantu pendapatan ekonomi keluarga dari hasil pengembangan budi daya tanaman kencur.

“Pekan lalu kami menjual kencur sebanyak lima ton dan menghasilkan pendapatan Rp10 juta dari harga Rp20.000/kg,” katanya.

Menurut dia, pengembangan budi daya tanaman kencur cukup menguntungkan karena harga di tingkat petani sudah ditampung Rp20.000/kg.

Saat ini, banyak enampung kencur dari berbagai daerah mendatangi petani Badui.

Tanaman kencur itu ditanam setiap membuka ladang dan dilakukan sistem tumpang sari dengan tanaman padi huma, jagung dan sayur-sayuran.

“Kami menanam pada awal September dan panen pada Februari 2020, karena kencur dipanen selama enam bulan,” ujarnya.

Sementara itu. Santa (45) seorang petani Badui warga Cipiit, Desa Kanekes, mengatakan mengembangkan tanaman kencur seluas 1,5 hektare di lahan Perum Perhutani.

“Kami beruntung bisa menjual kencur hasil panen sebanyak empat ton dengan menghasilkan Rp8 juta,” ujarnya.

 

Sumber : antaranews.com

Tanggal : 4 September 2019