Diaudit, KPH Kebonharjo Sandang Layak Keselamatan Kerja

SUARAMERDEKA.COM (6/10/2019) | KPH Kebonharjo menjalani audit keselamatan pekerjaan oleh tim audit dari Direksi Perhutani pusat. Hasilnya, dalam audit yang digelar pada Sabtu (5/9) kemarin itu, KPH Kebonharjo menyandang pengelola hutan yang layak dan memenuhi standar dalam keseamatan kerja.

KPH Kebonharjo menjadi satu dari tiga pengelola hutan yag menjalani audit. Selain Kebonharjo, direksi juga mengaudit KPH Madiun dan KPH Ciamis. Ketiga KPH tersebut diaudit lantaran sudah mengantongi sertifikat pengelaan hutan lestari. Di Rembang hanya KPH Kebonharjo yang memilikinya.

Wakil Adm KPH Kebonharjo, Pandoyo menyatakan, ada tiga bidang yang menjadi sasaran audit. Bidang tersebut adalah kelola produksi, kelola sosial dan kelola lingkungan. Dari pemeriksaan terhadap tiga bidang itu, semuanya dinyatakan masih layak dan memenuhi standar keselamatan kerja.

Menurut Pandoyo, untuk lolos audit pengelola hutan wajib mengedepankan keselamatan kerja untuk seluruh pekerja. Bukan hanya karyawan di kantor saja, melainkan juga para pekerja di lapangan termasuk kalangan pesanggem.

“Pengelolaan hutan harus mewakili prinsip kesehatan. Misalnya mandor tebang, operator mesin, semua alat yang digunakan harus memenuhi unsur safety. Mereka yang bekerja terkait dengan mesin, dicek pendengarannya, normal atau tidak,” terang Pandoyo.

Ia menyebutkan, catatan lain yang menjadi poin dari pelaksanaan audit adalah terkait dengan publikasi pekerjaan di wilayah Perhutani. Seluruh pekerjaan harus diinformasikan ke publik untuk membuka potensi penyerapan pekerjaan untuk masyarakat.

“Selama ini kami sudah melaksanakan aspek keselamatan pekerja dalam pengelolaan hutan sesuai prosedur. Secara total ada ratusan pekerja yang terlibat dalam pengelolaan hutan, termasuk pesanggem. Semuanya kami tekankan pada keselamatan kerja. Ada pengecekan kesehatan,” pungkasnya.

 

Sumber : suaramerdeka.com

Tanggal : 6 Oktober 2019