Meriahnya Berkemah di “Galunggung Aero Camp 2019” Tasikmalaya

TASIKMALAYA, PERHUTANI  (07/10/2019)  | Wana Wisata Galunggung yang dikelola oleh Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menjadi tuan rumah acara “Galunggung Aero Camp 2019” yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 5-6 Oktober 2019.

Galunggung Aero Camp 2019 merupakan sebuah festival yang mengkolaborasikan antara kenikmatan kopi dengan keceriaan berkemah di alam terbuka. Pada acara tersebut digelar perlombaan menyeduh kopi menggunakan Aerofreeze yang diikuti oleh sebanyak 24 peserta dari berbagai daerah untuk memperebutkan bermacam hadiah. Selain itu terdapat kegiatan live music, fun camping, wall climbing, flying fox, slack line, rappeling, sharing all about coffee, free coffee dan tour Curug Agung.

Administratur KPH Tasikmalaya, Benny Suko Triatmoko menjelaskan bahwa acara Galunggung Aero Camp 2019 ini diprakarsai oleh Perhutani bersama Ngopi di Tasik dan Ngopi Adventure. Ada beberapa manfaat dari gelaran ini diantaranya menjadi tolak ukur penikmat dan pemerhati kopi agar kopi Tasikmalaya berkembang dan menjadi nomor 1 di Jawa Barat. Selain itu, lewat acara ini secara tidak langsung peserta ikut mempromosikan bahwa kopi Tasikmalaya banyak dikembangkan di lahan Perhutani, sekaligus memperkenalkan Wana Wisata Galunggung ke khalayak yang lebih luas.

“Tasikmalaya memang dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Kini Tasikmalaya sudah memiliki kopi single original tersendiri, ada Arabica Cigalontang, Rumah Kopi Bareto, dan Robusta Cibalong. Kopi ini bisa dinikmati di acara Galunggung Aero Camp 2019,” pungkasnya.

Ketua Panitia, Oking Saparudin menyampaikan Galunggung Aero Camp 2019 merupakan paduan nuansa alam dengan penikmat kopi. Para peserta yang datang tidak hanya berasal dari Tasikmalaya melainkan Bandung, Garut, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Sumedang, dan berbagai kota lain.

“Acara berlangsung sukses dan meriah. Galunggung Aero Camp 2019 patut dicontoh oleh daerah lain yang ingin mencoba memperkenalkan industri kopi sambil menikmati wisata alam.” pungkasnya. (Kom-PHT/Tsk/AH)

Editor : Ywn

Copyright©2019