Perhutani Lirik Wisata Sumur Minyak Tua Ledok

SUARAMERDEKA.COM (21/10/2019) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu melirik aktivitas penambangan minyak secara tradisional di kawasan sumur tua Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Blora, sebagai destinasi wisata alam dan edukasi. Kawasan hutan Ledok berada dalam pengelolaan Perhutani KPH Cepu, terdapat ratusan sumur minyak tua aktif dan masih produksi. Dengan suasana hutan asri, pihaknya yakin pengelolaan sumur minyak tua menjadi magnet bagi wisatawan.

‘’Sumur minyak tua itu bagus untuk destinasi wisata. Tapi harus ada kerja sama dengan Pertamina,’’ ujar Administratur Perum Perhutani KPH Cepu, Dadhut Sujanto, Senin (21/10).

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, perlu kerja sama antara PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) dan Perhutani. Kedua perusahaan milik negara tersebut memiliki kuasa di bidang masing-masing.

Pertamina EP memiliki kuasa atas lapangan sumur minyak tua. Sedangkan Perhutani memiliki kawasan hutan.

Selama ini, Dhadut Sujanto mengakui banyak wisatawan mengunjungi lokasi penambangan sumur minyak tua, namun belum terkoordinasi dengan  baik, sehingga pihaknya tertarik untuk menjadikan sumur minyak tua tersebut masuk dalam tujuan wisata Perhutani KPH Cepu.

Sekarang ini, pihaknya masih menata kembali lokasi Loko Tour Depo Heritage Trainze Loko Uap. Tersedia lahan seluas 2,5 hektare  yang akan digarap dengan mitra dan untuk saat ini  baru 1,5 hektare yang dikerjakan.

Junior Manager Bisnis Perhutani KPH Cepu, Maman mengatakan, pihak mitra Perhutani KPH Cepu akan menata lokasi secara bertahap dilengkapi taman, gerbang masuk dan sarana pendukung lain untuk para wisatawan.

‘’Rel kereta Loko Tour nanti juga akan diperbaiki. Sementara berjalan sampai Tempat Penimbunan Kayu (TPK),’’ ungkapnya.

Mitra yang digandeng berpengalaman di bidang wisata hutan di wilayah Jawa Timur.

Pihaknya sudah meneken MoU. Dengan konsep taman dan air, Perhutani KPH Cepu optimistis bisa menarik wisatawan. Apalagi Blora gencar mempromosikan wisata. ‘’Kami menjadi bagian dari salah satu program wisata di Bora,’’ ujar Maman.

 

Sumber : suaramerdeka.com

Tanggal : 21 Oktober 2019