Perhutani Sosialisasikan Potensi Agroforestry Pemanfaatan Hutan Pada Masyarakat di Purworejo

KEDU SELATAN, PERHUTANI (3/10/2019) |Bertempat di Balai Desa Tawangsari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Wana Lestari  melaksanakan sosialisasi potensi pengembangan dan pemanfaatan hutan (2/10).

Sosialisasi ini diikuti Pemdes Tawangsari, Balai Penyuluhan Pertanian Purworejo, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Desa, Dinas UMKM Purworejo, pengurus BUMDES, penyadap/penggarap dan masyarakat Desa Tawangsari. Diskusi interaktif antara masyarakat Desa Tawangsari dengan para narasumber berkisar topik pengelolaan wisata alam dan pengembangan lahan dibawah tegakan (Agroforestry).

Mewakili Administratur KPH Kedu Selatan, Danang Yuli Wardiyanto selaku Asisten Perhutani (Asper) pemangku wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Purworejo menyampaikan bahwa Perhutani senantiasa membuka peluang kerjasama bagi MDH melalui pola kolaborasi dengan prinsip berbagi untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat sumber daya hutan yang optimal, namun demikian dalam pelaksanaannya tidak boleh mengganggu tanaman pokok kehutanan.

“Demikian juga dengan bentukan wisata alam yang dikelola oleh LMDH dan telah dibuat perjanjian kerjasamanya agar benar–benar serius pengelolaannya agar tidak tenggelam bersaing dengan wisata lainnya, karena wisata juga membuka peluang usaha lainnya bagi Masyarakat Desa hutan” ujar Danang lebih lanjut.

Sedangkan Ketua LMDH Wana Lestari, Sumarno menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat Desa Tawangsari sangat tinggi,  saat ini LMDH Wana Lestari sedang berinisiatif akan mengembangkan potensi kawasan hutan dengan budidaya porang dan kopi tentu saja dengan mengikuti mekanisme kerjasama yang berlaku di Perhutani. Hal ini merupakan salah satu kelanjutan dari hasil pelatihan yang telah difasilitasi sebelumnya oleh Perhutani KPH Kedu Selatan(Kom.PHT/Kds/Ken).

Editor : Ywn

Copyright©2019

Artikel Terkait: