Sikapi Kemarau Panjang, Masyarakat Desa Hutan di Jember Gelar Doa Bersama

JEMBER, PERHUTANI (07/10/2019) | Sebanyak 300 orang warga masyarakat desa hutan menggelar doa bersama dalam acara tasyakuran menyikapi kemarau panjang tahun ini di wana wisata religius ‘Bhujuk Mellas’ yang lokasinya berada di petak 39B Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberjati, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sempolan wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jember, Minggu (6/10).

Administratur Perhutani KPH Jember Rukman Supriatna dalam keterangan secara terpisah membenarkan bahwa acara yang digelar oleh warga, pihaknya sudah merekomendasi kegiatan tersebut. “Sebagai bangsa yang beragama kita wajib berdoa dan meminta kepada Allah SWT agar kemarau yang ekstrem ini segera berakhir,” katanya.

“Kemarau yang panjang mengakibatkan kekeringan dimana-mana, sehinga kondisi demikian sangat dirasakan oleh masyarakat desa hutan di Jember dan sekitarnya”, imbuh Rukman.

Kyai  Lutfi dari Cangkring Kecamatan Tempurejo, Jember yang memimpin doa bersama menyampaikan jika kegiatan doa bersama ini kebetulan bertepatan dengan peringatan tahun ke 3 tokoh religius setempat yakni Sarifah  Fatimah  yang menjadikan rintisan wana wisata religius tersebut yang sudah ramai dihadiri peziarah sejak tahun 2016.

“Kegiatan ini murni berdoa sebagai kearifan lokal budaya masyarakat setempat untuk memohon negara aman, cepat turun hujan yang membawa keberkahan, terhindar dari bencana, hutan lestari, tumpangsari di hutan panennya meningkat dan diberi kesehatan lahir dan batin, kata Kyai Lutfi.

Hadir secara langsung Kyai Abduh Besuk Bondowoso, KH. Miftah Suren, Kyai Lutfi Cangkring dan Ra Hafid Suger. Sementara dari Polsek Silo sebanyak 10 orang, dari Koramil Silo 6 orang, Petugas Perhutani Sempolan sebanyak 5 orang dan dari Satpol PP dan Linmas sebanyak 10 orang. Usai doa bersama warga melanjutkan dengan bersih-bersih seputar lokasi kegiatan. (Kom-PHT/Jbr/As)

 

Editor : Ywn

Copyright©2019