Ketahanan Pangan

Program Kedaulatan pangan merupakan agenda kebijakan pemerintah di bidang pangan. Dalam rangka meningkatkan produksi pangan dalam kawasan hutan, Perum Perhutani menyediakan lahan untuk ditanami palawija oleh masyarakat sekitar hutan yang terhimpun dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Program Kedaulatan pangan ini sebelumnya telah dilaksanakan dengan nama Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) Pemerintah melalui sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah dilaksanakan mulai tahun 2011 untuk mendukung peningkatan produksi pangan dan penguatan ketahanan pangan.

Realisasi GP3K tahun 2011-2014 dan Kedaulatan Pangan tahun 2015 dengan rincian sebagai berikut :

Tahun 2011 seluas 149.690 Ha dengan realisasi tiap komoditi  :

  1. Padi luas tanam 55.210 Ha, dengan produksi 196.434 ton.
  2. Jagung luas tanam 80.953 Ha, dengan produksi 325.541 ton.
  3. Kedelai luas tanam 13.528 Ha, dengan produksi 14.434 ton.

Tahun 2012 seluas 113.648 Ha dengan realisasi tiap komoditi :
a.    Padi luas tanam 42.106 Ha, dengan produksi 168.195 ton
b.    Jagung luas tanam 58.750 Ha, dengan produksi 193.340 ton
c.    Kedelai luas tanam 12.612 Ha, dengan produksi 12.458 ton

Tahun 2013 seluas 133.201 Ha dengan realisasi tiap komoditi :
a.    Padi luas tanam 45.871 Ha, dengan produksi 193.752 ton.
b.    Jagung luas tanam 81.341 Ha, dengan produksi 334.730 ton
c.    Kedelai luas tanam 5.989 Ha, dengan produksi 5.496 ton

Tahun 2014 seluas 81.840 Ha dengan realisasi tiap komoditi :
a.    Padi luas tanam 33.169 Ha, dengan produksi 112.876 ton.
b.    Jagung luas tanam 45.162 Ha, dengan produksi 71.316 ton
c.    Kedelai luas tanam 3.509 Ha, dengan produksi 4.535 ton

Tahun 2015 seluas 160.669 Ha dengan realisasi tiap komoditi :
a.    Padi luas tanam 43.021 Ha, dengan produksi 108.594 ton.
b.    Jagung luas tanam 117.648 Ha, dengan produksi 396.120 ton
@Copyright2017