Hutan Bersertifikat

Dalam mengelola kawasan hutan, Perhutani menerapkan 3 prinsip kelestarian, yaitu: Kelestarian Produksi, dimana Perhutani sebagai produsen kayu bundar jati yang terbesar, menjamin keberlanjutan pengelolaan produksi dengan menerapkan prinsip-prinsip Sistem Pengelolaan Hutan Lestari, Kelestarian Lingkungan, dimana Perhutani berorientasi kepada green product, menjamin diselenggarakannya pengelolaan aspek lingkungan di wilayah kerjanya serta Kelestarian Sosialyaitu Perhutani mengelola hutan bersama-sama masyarakat dengan PHBM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan.

Dalam hal mencapai kelestarian lingkungan, Perhutani melakukan pengelolaan lingkungan (Kelola Lingkungan).

Sebagai komitmen dari hal-hal tersebut Perhutani berupaya untuk mendapatkan pengakuan dunia internasional dengan proses sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari sesuai standard Forest Stweardship Council (FSC).

Sejarah Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari

Pada tahun 1990, Perum Perhutani merupakan perusahaan pertama di dunia yang mendapat pengakuan internasional dengan penghargaan “Certificate of Rain Forest Alliance for Sustainable

Forest Management” dari Smartwood Rain Forest Alliance Amerika Serikat untuk seluruh kawasan hutan Perum Perhutani Jawa dan Madura. Pada tahun 2002 sertifikat tersebut dicabut, namun Perum Perhutani tetap berkomitmen melakukan sertifikasi kembali dengan membentuk Kelompok Kerja Sertifikasi berdasarkan Keputusan Direksi no. 614/Kpts/Dir/2002 pada September 2002 dan dikuatkan dengan Keputusan Direksi Nomor 430/ Kpts/Dir/2003. Kelompok kerja melakukan fasilitasi dan pendampingan untuk proses sertifikasi di lapangan.

Berdasarkan Visi Perusahaan, Manajemen Perum Perhutani berkomitmen untuk memperoleh kembali sertifikat Sustainable Forest Management (SFM) standar Forest Stewardship Council untuk seluruh unit forest manajemen pada tahun 2015. Sebuah structure organisasi Biro Pengelolaan Hutan Lestari dibentuk di Kantor Pusat, Kantor Unit Kerja dan kantor KPH untuk meningkatkan tanggungjawab dan komitmen

Pengakuan internasional dalam bentuk sertifikat SFM standar FSC ini secara signifikan mampu mendukung pemantapan proses bisnis Perum Perhutani terutama dalam kegiatan ekspor hasil industri kayu maupun non kayu produksi Perum Perhutani.

7 KPH Bersertifikat FSC :

1. KPH Kebonharjo

2. KPH Kendal

3. KPH Cepu

4. KPH Randublatung

5. KPH Madiun

6. KPH Banyuwangi Utara

7. KPH Ciamis