Kelola Lingkungan

Dalam mengelola kawasan hutan, Perhutani menjamin diselenggarakannya pengelolaan hutan secara lestari terhadap aspek lingkungan di wilayah kerjanya. Segala aktivitas pengelolaan hutan diarahkan dan berpedoman kepada perundangan dan peraturan yang berlaku untuk menjamin kelestarian lingkungan hidup

1. Hutan Bernilai Koservasi Tinggi

Dalam pengelolaan lingkungan, Perhutani melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap keberadaan High Conservation Value Forest (HCVF) atau Kawasan hutan bernilai konservasi yang tinggi di wilayah pengelolaan hutannya.

HCVF adalah kawasan-kawasan yang memiliki satu atau lebih ciri-ciri berikut:

HCV1 merupakan wilayah-wilayah hutan yang merupakan tempat konsentrasi nilai-nilai keanekaragaman hayati tinggi (misalnya endemisme, spesies-spesies langka atau terancam, tempat pengungsian satwa/refugia dan lain-lain), baik yang memiliki signifikansi nasional, regional maupun global.

HCV2 adalah kawasan hutan yang mempunyai tingkat lanskap yang luas yang penting secara global, regional dan lokal, yang berada di dalam atau mempunyai unit pengelolaan, dimana sebagian besar populasi species, atau seluruh species yang secara alami ada di kawasan tersebut berada dalam pola-pola distribusi dan kelimpahan alami.

HCV3 adalah wilayah-wilayah hutan yang berada di dalam, atau mencakup, ekosistem-ekosistem yang langka atau terancam punah.

HCV4 yaitu wilayah-wilayah hutan yang menye­diakan fungsi-fungsi dasar lingkungan alami dalam situasi kritis (misalnya, perlindungan DAS, pengendalian erosi dan lain-lainnya.)

HCV5 adalah wilayah-wilayah hutan yang penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat lokal (misalnya, pemenuhan subsistensi, kesehatan dan lain-lainnya.)

HCV6 adalah wilayah-wilayah hutan yang penting sebagai identitas budaya masyarakat lokal (memiliki sig­nifikansi budaya, ekologis, ekonomis atau religi; teridenti­fikasi dalam proses bersama masyarakat setempat).

2. Kelola Biodiversity

Perhatian terhadap keanekaragaman hayati flora dan fauna yang terdapat di kawasan hutan merupakan salah satu komitmen Perhutani dalam mengelola lingkungan. Kegiatan yang dilakukan adalah Survey potensi biodiversity,  penetapan species interest, penetapan kawasan, dan kegiatan pengelolaan.

Kegiatan survey biodiversity merupakan langkah awal untuk menentukan prioritas konservasi terhadap keanekaragaman hayati suatu kawasan. Survey biodiversity dilakukan di Stasiun-stasiun Pemantauan Biodiversity yang berasal berbagai tipe habitat.  Baik di Kawasan Lindung (Hutan Lindung, Sempadan Sungai/Mata Air/Pantai/Danau, Jurang, Hutan Alam Sekunder (HAS), dan Wana Wisata) ataupun Kawasan Produksi.

Dari survey tersebut diperoleh data kelimpahan jenis dan keanekaragaman jenis serta populasi species interest di habitat tersebut yang akan bermanfaat untuk merancang kegiatan pengelolaan (perencanaan dan lapangan).

3. Pengendalian Dampak

Aktivitas kelola lingkungan ini meliputi juga penerapan kaidah-kaidah konservasi pada penanaman dan rehabilitasi, penetapan kawasan perlindungan serta pembuatan stasiun pengamat lingkungan (SPL) terhadap masalah erosi, debit air, sedimentasi, curah hujan serta biodiversity dan pemantauan bahan beracun berbahaya (B3).