Konsultasi Publik Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) / HCVF KPH Lawu Ds

 

Pengelolaan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) di KPH Lawu Ds adalah sebagai bahan pemenuhan standar internasional yang dikeluarkan oleh FSC (Forest Stewardship Council) pada Prinsip 9 dan standar Controlled Wood FSC pada Prinsip 5, dimana harus melakukan identifikasi dan rencana pengelolaan terhadap kawasan yang mengandung Nilai Konservasi Tinggi di KPH Lawu Ds.

Dari hasil Over View lapangan, identifikasi dan pengalokasian Nilai Konservasi Tinggi, Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi di wilayah KPH Lawu Ds adalah sebagai berikut ;

NKT 1 Kawasan yang mempunyai tingkat keanegaragaman hayati penting
NKT. 1.1.
Kawasan yang mempunyai atau memberikan fungsi pendukung keanekaragaman hayati bagi kawasan lindung dan/atau konservasi

Keluasan kawasan hutan KPH Lawu Ds NKT 1.1 adalah 26.546,9 Ha, terdiri dari Buffer Zone kawasan konservasi seluas “Nihil” Ha dan kawasan Hutan Lindung seluas 26.546,9 Ha.

NKT. 1.2.
Spesies hampir punah

Terdapat Jalak Lawu (Turdus Polieceplhalus Stresemanni Bartles) yang merupakan satwa berdasarkan Red List IUCN masuk kategori Critically Endangered, dan masuk dalam CITES Appendix I ditemukan di wilayah KPH Lawu Ds

NKT. 1.3.
Kawasan yang merupakan habitat bagi populasi spesies yang terancam, penyebaran terbatas atau dilindungi yang mampu bertahan hidup (viable population)

Habitat bagi species terancam yang mampu bertahan hidup terdapat kawasan seluas 26.546,9 Ha yang merupakan habitat bagi species Lutung, Owa Jawa dan sebagian habitat macan Tutul.

NKT. 1.4.
Kawasan yang merupakan habitat bagi spesies atau sekumpulan spesies yang digunakan secara temporer

Teridentifikasi seluas 26.546,9 Ha kawasan, berupa gua yang digunakan habitat bagi jenis Kelelawar dan buffer zone bagi kawasan konservasi yang digunakan bagi habitat secara temporer jenis burung dari kawasan konservasi.

NKT 2 Bentang Alam yang Penting Bagi Dinamika Ekologi Secara Alami
NKT. 2.3.
Kawasan yang mengandung populasi dari perwakilan spesies alami

Dalam hal ini species interest, jenis Elang Ruyuk (Spilornis cheela) Ular Sanca Bodo (Python molurus) dan Macan Tutul (Panthera pardus melas), yang merupakan species interest KPH Lawu Ds terdapat seluas 656,10 Ha.

NKT. 3. Kawasan yang Mempunyai Ekosistem Langka atau Terancam Punah

Teridentifikasi seluas “Nihil” Ha ekosistem yang ada tersebut berupa ekosistem hutan pegunungan bawah (sub montana) seluas “ Nihil “ Ha, ekosistem hutan dataran rendah seluas “ Nihil “ Ha, ekosistem karst seluas “ Nihil “ Ha dan ekosistem mangrove seluas “Nihil” Ha.

NKT. 4. Kawasan Yang Menyediakan Jasa-jasa Lingkungan Alami
NKT. 4.1.
Kawasan atau ekosistem yang penting sebagai penyedia air dan pengendali banjir bagi masyarakat hilir

Kawasan tersebut pada KPH Lawu Ds seluas 27,583 Ha, berupa Sungai, Mata Air, Rawa dan Telaga

NKT. 4.2.
Kawasan yang penting bagi pengendalian erosi dan sedimentasi

Kawasan yang penting bagi pengendalian erosi dan sedimentasi terdapat kawasan perlindungan setempat berupa sempadan jurang/curam seluas 0,140 Ha.

NKT. 5. Kawasan yang Mempunyai Fungsi Penting untuk Pemenuhan Kebutuhan dasar Masyarakat Lokal

Teridentifikasi pada lokasi tanaman dengan sistem tumpangsari karena peranan penting sumberdaya hutan KPH Lawu Ds dalam pemenuhan kebutuhan dasar atau mata pencaharian terletak pada nilai-nilai dalam kegiatan tanaman Sistem Tumpangsari, adapun kawasan berupa sumber mata air yang dijadikan kebutuhan pokok untuk air minum seluas 27,583 Ha.

NKT. 6. Kawasan yang Mempunyai Fungsi Penting Untuk Identitas Budaya Tradisional Komunitas Lokal

Ditemukan situs budaya dan religi di wilayah KPH Lawu Ds yang masuk dalam kategori NKT 6 seluas 17,619 Ha umumnya pada kawasan hutan produksi.

Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Selanjutnya
• Mempertahankan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi yang ada di kawasan hutan KPH Lawu Ds
• Melakukan kegiatan pengelolaan dan pemantauan sesuai dengan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) HCVF yang telah disusun.

Masukan, tanggapan dan saran dapat disampaikan melalui :
1. Surat dan dikirimkan ke alamat KPH Lawu Ds Jln. Rimba Mulya No.5 Madiun Telp (0351)462463
2. Email dengan alamat :kphlawuds@gmail.com
3. Faks dengan nomor (0351) 452933
4. Website http://perhutani.co.id/kph-lawu-ds/

Blangko Tanggapan Untuk Konsultasi Publik dapat di download DISINI :
1. Blangko Tanggapan Identifikasi HCVF : Download
2. Blangko Tanggapan Pengelolaan HCVF : Download