Konsultasi Publik Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT)/ HCVF KPH Pekalongan Barat

Pengelolaan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) di KPH Pekalongan Barat adalah sebagai bahan pemenuhan standar internasional yang dikeluarkan oleh FSC (Forest Stewardship Council) pada Prinsip 9 dan standar Controlled Wood FSC pada Prinsip 5, dimana harus melakukan identifikasi dan rencana pengelolaan terhadap kawasan yang mengandung Nilai Konservasi Tinggi di KPH Pekalongan Barat.

Dari hasil Over View lapangan, identifikasi dan pengalokasian Nilai Konservasi Tinggi, Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi di wilayah KPH Pekalongan Barat adalah sebagai berikut :

NKT 1 Kawasan yang mempunyai tingkat keanegaragaman hayati penting
NKT. 1.1.
Kawasan yang mempunyai atau memberikan fungsi pendukung keanekaragaman hayati bagi kawasan lindung dan/atau konservasi.

Keluasan kawasan hutan KPH Pekalongan Barat NKT 1.1 adalah 14.796,42 Ha, terdiri dari Hutan Alam Sekunder seluas 4.543,80 Ha dan kawasan Hutan Lindung seluas 10.252,62. Ha.

NKT. 1.2.
Spesies hampir punah
Terdapat Lutung (Trachypithecus Auratus) yang merupakan satwa berdasarkan Red List IUCN masuk kategori VU (Vulnerable), dan masuk dalam CITES ditemukan di wilayah KPH Pekalongan Barat (Tidak ada)

NKT. 1.3.
Kawasan yang merupakan habitat bagi populasi spesies yang terancam, penyebaran terbatas atau dilindungi yang mampu bertahan hidup (viable population)

Habitat bagi species terancam yang mampu bertahan hidup terdapat kawasan seluas 10.252,62 Ha yang merupakan habitat bagi species Lutung, Kijang, Monyet ekor panjang, Luwak, Landak, Alap-alap, Elang Hitam, Burung Tengkek, dan Biawak Coklat, dan tumbuhan dilindungi jenis Bunga Bangkai, Palem Jawa, Pinang Jawa dan Kantong Semar.

NKT. 1.4.
Kawasan yang merupakan habitat bagi spesies atau sekumpulan spesies yang digunakan secara temporer
Dari hasil identifikasi KBKT, KPH Pekalongan Barat tidak terdapat NKT. 1.4.

NKT 2 Bentang Alam yang Penting Bagi Dinamika Ekologi Secara Alami
NKT. 2.3.
Kawasan yang mengandung populasi dari perwakilan spesies alami

Berdasarkan kriteria NKT.2.3. kawasan hutan di KPH Pekalongan Barat berpotensi menjadi NKT. 2.3. khususnya di wilayah Hutan Lindung, dengan adanya salah satu jenis spesies alami yang masuk sebagai top predator yaitu jenis Elang Hitam (Ictinaetus malaiensis), yang merupakan species interest KPH Pekalongan Barat terdapat seluas 1.032,3 Ha.

NKT. 3. Kawasan yang Mempunyai Ekosistem Langka atau Terancam Punah

Teridentifikasi Kawasan Hutan Alam Sekunder (HAS) seluas 4.543,80 Ha ekosistem yang ada tersebut berupa ekosistem hutan pegunungan bawah (sub montana) dengan tujuan konservasi terbentuknya hutan mendekati hutan alam.

NKT. 4. Kawasan Yang Menyediakan Jasa-jasa Lingkungan Alami
NKT. 4.1.
Kawasan atau ekosistem yang penting sebagai penyedia air dan pengendali banjir bagi masyarakat hilir

Kawasan tersebut pada KPH .Pekalongan Barat seluas 535,8 Ha, berupa Sungai, Mata Air.

NKT. 4.2.
Kawasan yang penting bagi pengendalian erosi dan sedimentasi

Kawasan yang penting bagi pengendalian erosi dan sedimentasi terdapat kawasan perlindungan setempat berupa sempadan jurang/curam seluas 8,40 Ha.
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa KPH Pekalongan Barat memiliki kawasan yang masuk dalam ketegori NKT. 4.2.

NKT. 5. Kawasan yang Mempunyai Fungsi Penting untuk Pemenuhan Kebutuhan dasar Masyarakat Lokal

Teridentifikasi pada lokasi tanaman dengan sistem tumpangsari karena peranan penting sumberdaya hutan KPH Pekalongan Barat dalam pemenuhan kebutuhan dasar atau mata pencaharian terletak pada nilai-nilai dalam kegiatan tanaman Sistem Tumpangsari. Berdasarkan dari kajian KBKT ini, maka areal Perum Perhutani KPH Pekalongan Barat merupakan atribut NKT. 5.

NKT. 6. Kawasan yang Mempunyai Fungsi Penting Untuk Identitas Budaya Tradisional Komunitas Lokal

Ditemukan situs budaya dan religi di wilayah KPH Pekalongan Barat, yang masuk dalam kategori NKT 6 sebanyak 11 situs budaya seluas 1156,20 Ha umumnya pada kawasan Hutan Lindung.

Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Selanjutnya

  • Mempertahankan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi yang ada di kawasan hutan KPH Pekalongan Barat
  • Melakukan kegiatan pengelolaan dan pemantauan sesuai dengan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) HCVF yang telah disusun.

Masukan, tanggapan dan saran dapat disampaikan melalui :
1. Surat dan dikirimkan ke alamat KPH Pekalongan Barat. Jln. Procot Slawi Telp.0283 442380
2. Email dengan alamat : humaspkb1@yahoo.com
3. Faks dengan nomor .0283 443770 atau
4. Website :  http://perhutani.co.id/kph-pekalongan-barat/

Blangko Tanggapan Untuk Konsultasi Publik dapat di download disini :
1. Blangko Tanggapan Identifikasi HCVF : Download
2. Blangko Tanggapan Pengelolaan HCVF : Download

Atau membuat komentar pada konsultasi publik dibawah posting ini.