Konsultasi Publik Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) / HCVFKPH Bogor

 

Sebagaimana Visi dan Misi Perum Perhutani, maka Pengelolaan Hutan oleh Perum Perhutani telah mulai dilaksanakan dengan berbasis pada prinsip-prinsip Pengelolaan Hutan Lestari (PHL). Hal ini sejalan dengan tuntutan masyarakat secara regional, nasional dan internasional, terutama LSM-LSM bidang Kehutanan, Buyer dan Stakeholder yang tergabung dalam FSC (Forest Stewardship Council).

Salah satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi PHL tersebut adalah pemenuhan kriteria FSC ke 9 yaitu pemeliharaan KBKT (Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi) atau HCVF (High Conservation Value Forest). Aktifitas Pengelolaan kawasan hutan yang bernilai konservasi tinggi harus mempertahankan sifat-sifat yang mencirikan hutan tersebut.

Tujuan Identifikasi KBKT adalah :

  1. Untuk mengetahui ada atau tidaknya kawasan HCVF/KBKT di wilayah KPH Bogor melalui proses konsultasi (sosial) maupun melalui identifikasi aspek ekologi sebagai pemenuhan prinsip 9.1 dan 9.2
  2. Menjustifikasi ada atau tidak kawasan HCVF/ KBKT wilayah unit managemen hutan Perum Perhutani KPH Bogor
  3. Menyusun rencana pengelolaan dan konservasi apabila ditemukan kawasan HCVF/KBKT di wilayah unit managemen hutan Perum Perhutani KPH Bogor sebagai pemenuhan prinsip 9.3
  4. Membangun system monitoring pengelolaan HCVF/KBKT untuk mengetahui apakah strategi yang dikembangkan sudah tepat atau belum sebagai pemenuhan prinsip 9.4

Hasil Identifikasi, KPH Bogor menjustifikasi bahwa KBKT yang telah teridentifikasi pada kawasan hutan KPH Bogor adalah sebagai berikut :

1. NKT 1. (Kawasan yang Mempunyai Tingkat Keanekaragaman Hayati yang Penting)

Kawasan yang mempunyai atau Memberikan Fungsi Pendukung Keanekaragaman Hayati bagi Kawasan Lindung dan /atau Konservasi dalam pengelolaan KPH Bogor terdapat pada Kawasan Hutan dengan Kelas Perusahaan HAS (Hutan Alam Kayu Sekunder) berupa areal kawasan hutan yang tersebar di wilayah pengelolaan BKPH Bogor, Jonggol, dan Jasinga-Lw.Liang seluas : 3.602,54 ha masuk pada kategori NKT 1.1. dan atribut NKT 1.2 berupa macan tutul, atribut NKT 1.3 seluas 2.901,00 Ha. Sedangkan Untuk nilai NKT 1.4. Habitat bagi species yang digunakan secara temporer, teridentifikasi seluas 479,29 Ha berupa gua yang digunakan habitat bagi jenis Kelelawar dan buffer zone bagi kawasan konservasi yang digunakan bagi habitat secara temporer jenis burung.

2. NKT 2. (Kawasan Bentang Alam yang Penting bagi Dinamika Ekologi Secara Alami)

Dengan pertimbangan tidak terdapat formasi ekosistem hutan dataran rendah dan formasi ekosistem hutan pegunungan bawah yang menjadi satu kesatuan yang tidak terputus, maka kawasan hutan Perum Perhutani KH Bogor tidak memiliki atribut NKT 2.1 dan NKT 2.2. dan NKT 2.3.

3. NKT 3. (Kawasan yang Mempunyai Ekosistem yang Langka atau Terancam Punah)

Kawasan hutan di KPH Bogor yang teridentifikasi mengandung nilai NKT 3. yaitu :

  • Ekosistem hutan mangrove seluas 595,16 ha. di dominasi oleh api-api (Avicennia alba), Bakau (Rhizophora sp) selain itu dibeberapa lokasi tumbuh pula jenis pidada (Sonneratia alba), Nipah (Nypa fruticans), dan nyirih (Xylocarpus granatum), Ketapang (Terminalia catappa), Pandan (Pandanus sp), Keben (Baringtonia asiatica) dll.
  • Ekosisitem dataran Rendah seluas 5.365,24 Ha yang dikelola KPH Bogor terdapat di BKPH Parungpanjang yang didominasi tanaman Acacia mangium. Selain jenis Acacia mangium di kawasan ekosistem ini dikembangkan pula jenis lain yang bertujuan untuk produksi dan perlindungan dan jenis tanaman antara lain Mahoni (Swietenia macrophylla), Mindi (Melia azedarach), dan Gmelina (Gmelina arborea),
  • Kawasan hutan pegunungan di KPH Bogor berada di BKPH Bogor yang terkonsentrasi pada Kelompok Hutan Hambalang Barat, Hambalang Timur dan Gunung Sangga Buana seluas 12.761,82 ha yang berbatasan dengan kawasan puncak, dan BKSDA sehingga berfungsi sebagai kawasan penyangga (buffer zone) kawasan Suaka Alam dan kawasan lindung.

4. NKT 4. (Kawasan Yang Menyediakan Jasa-jasa Lingkungan Alami)

Di dalam kawasan hutan KPH Bogor teridentifikasi memiliki atribut NKT 4.1 seluas 472,95 ha terdiri dari mata air, sempadan danau dan sempadan sungai yang digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air minum, pengairan sawah, perikanan dan untuk keperluan MCK.

Berdasarkan Inventarisasi Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) KPH Bogor tahun 2012 dan evaluasi potensi SDH tahun 2011 yang ditetapkan sebagai kawasan perlindungan setempat (KPS) Jurang seluas 465,47 ha sehingga memiliki atribut NKT. 4.2.

Berdasarkan Kajian Keamanan Hutan (KPH Bogor 2012), data kebakaran hutan selama lima tahun terakhir diketahui bahwa di KPH Bogor tidak terdapat atribut NKT 4.3.

5. NKT 5. (Kawasan Alam yang Mempunyai Fungsi Penting untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Lokal)

Kawasan yang penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat lokal teridentifikasi pada lokasi sumber air Karena perananannya sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar atau mata pencaharian masyarakat setempat maka kawasan seluas 354,18 ha yang terdapat di RPH Cipayung dan cipamingkis BKPH Bogor miliki atribut NKT 5.

6. NKT 6. Kawasan yang Mempunyai Fungsi Penting Untuk Identitas Budaya Tradisional Komunitas Lokal

Ditemukan situs budaya dan religi di wilayah KPH Bogor, seluas 5,39 Ha, pada kawasan hutan produksi seluas 3,69 Ha, pada kawasan hutan produksi terbatas seluas : 0,70 ha serta pada kawasan hutan lindung seluas 1,00 Ha, masuk pada kategori NKT 6.

.

Bagi Masyarakat yang mempunyai saran, Masukan dan keluhan atas pengelolaan hutan yang dilakukan pihak Perum Perhutani KPH Bogor bisa langsung mengirimkan surat ke alamat :

1. Surat agar dikirimkan ke alamat KPH Bogor Jl KSR Dadi Kusmayadi, Komplek Perkantoran Pemda Cibinong Bogor Telepon (021)87907626
2. Fax dengan nomor (021)8756159
3. Email dengan alamat :   pht.kph.bgr@gmail.com
4. Website : http://perhutani.co.id/kph-bogor/

Atau saran dan masukan dengan memberikan komentar dibawah posting konsultasi publik ini

Blangko Tanggapan Untuk Konsultasi Publik dapat di download DISINI :
1. Blangko Tanggapan Identifikasi HCVF : Download
2. Blangko Tanggapan Pengelolaan HCVF : Download