Pengelolaan Produksi

Hasil hutan utama Perhutani Banyuwangi Utara adalah kayu bundar jati. Potensi hutan berdasarkan hasil risalah hutan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan hutan serta kemampuan pembuatan tanaman maka proyeksi luas dan volume tebangan yang lestari selama 8 jangka (80 tahun) ke depan dapat dilihat pada tabel dibawah.

 Tabel .Pengaturan Tebangan dan Penanaman delapan Jangka tahun 2008-2082

BWU-Tabel-21

 

 

 

 

 

 

Dengan asumsi kerusakan hutan yang minim maka KPH Banyuwangi Utara untuk 8 jangka ke depan setiap tahun dapat memproduksi kayu rata-rata sebanyak 22.000 M3 dengan luas 168 Ha.

Hasil monitoring potensi sumberdaya hutan melalui risalah hutan setiap 10 tahun dapat dilihat kondisi sebaran luas Kelas Umur (KU) Jati tahun 1983-2012 untuk KU I-II terdapat kecendrungan keluasan yang semakin menurun dan KU III-V cenderung bertambah. Kebijakan pengelolaan SDH terhadap kondisi ini adalah dengan perbaikan genetis jati lewat penggunaan JPP (Jati Plus Perhutani).

Tabel. Sebaran Luas Kelas Umur Jati KPH Banyuwangi Utara Tahun 1983-2012

BWU-Tabel-22

 

 

 

 

 

 

 

Potensi tegakan Jati pada kawasan hutan dalam kelas perusahaan jati seperti terlihat pada tabel

BWU-Tabel-23

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Program kerja pengelolaan SDH

  • Pembagian kawasan hutan berdasarkan fungsi dan pengelolaannya sesuai fungsi.
  • Pengaturan kelestarian dengan melakukan perhitungan etat secara lestari, melakukan reboisasi dan rehabilitasi hutan, perlindungan hutan, pemeliharaan tegakan hutan, dan pemanenan.
  • Perlindungan fungsi lingkungan, berupa reboisasi dan rehabilitasi hutan, perbaikan jenis pada KPS, pengendalian pola tanam, dan perlindungan hutan.
  • Pemanenan ramah lingkungan, pemanenan tersebar, penyaradan tidak merusak fisik tanah, penggantian jenis bukan jati pada KPS.

Realisasi tanaman tahun 2008 – 2012 ditampilkan pada tabel dibawah ini

BWU-Tabel-24

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistem kelola Produksi dalam pelaksanaan kegiatan tebangan selalu memperhitungkan kelestarian hutan serta Aspek Lingkungan dan Aspek Sosial. Selama kegiatan penebangan selalu memerhatikan Sistem Manajemen K3 serta setiap kegiatan telah diatur dengan Prosedur Kerja. Realisasi tebangan tersaji di tabel dibawah ini.

Realisasi tebangan tahun 2008 – 2012

BWU-Tabel-25