Pengelolaan Sosial

Keadaan sosial ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kerja KPH Cepu, baik yang masuk daerah Kabupaten Blora maupun Kabupaten Bojonegoro secara umum masih bersifat  marginal, dinamikanya relatif lamban dan masih sulit menerima hal-hal yang baru.  Ketergantungan terhadap alam dan lingkungannya masih tinggi.  Interaksi masyarakat dengan kawasan hutan masih tinggi.

Lahan pertanian berupa sawah dan tegalan yang ada di sekitar wilayah kerja KPH Cepu luasnya sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah penduduk. Dengan jumlah penduduk pada kelompok umur produktif yang cukup tinggi, dimana lapangan pekerjaan yang tersedia  terbatas, sangat berdampak kepada konfigurasi interaksi masyarakat dengan hutannya.  Interaksi negatif sering muncul, yang pada akhir-akhir ini sangat dirasakan dampaknya dan merupakan ancaman terhadap keberadaan kawasan hutan.   Salah satu terapi yang dikembangkan adalah pengelolaan hutan melalui pola kemitraan dan bagi hasil (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat /PHBM).

Realisasi Pemberian Sharing 2003 – 2011

KPH-Cepu-Tabel-41

Sebagai upaya membantu pemerintah dalam kegiatan pengembangan usaha kecil dan koperasi, Perum Perhutani KPH Cepu telah membina dan memberikan bantuan modal melalui program PKBL (Progam Kemitraan Bina Lingkungan), yang diprioritaskan kepada pengusaha kecil dan koperasi di sekitar wilayah kerja KPH Cepu.

Realisasi PKBL 2003 – 2012

KPH-Cepu-Tabel-42