Pengelolaan Sosial

Kelola Sosial yaitu serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat sekaligus merupakan upaya untuk meningkatkan fungsi hutan itu sendiri terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan sehingga terjadi keseimbangan dan kejelasan berbagi peran dan berbagi manfaat sebagai akibat kegiatan pengelolaan sumberdaya hutan.

Kondisi Sosial Ekonomi

Kondisi Ekonomi

Perekonomian desa di sekitar KPH Ciamis bertumpu pada sektor pertanian terutama pertanian lahan kering. Beberapa indikator yang digunakan dalam mengetahui kondisi perekonomian desa adalah adanya sumber mata pencaharian dari hutan, adanya kontribusi SDH terhadap pendapatan masyarakat desa hutan, dan keberadaan fasilitas ekonomi.

Kondisi Sosial

Wilayah hutan KPH Ciamis dilingkupi oleh 108 Desa dan 27 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar. Sejumlah 17 kecamatan di antaranya berada di sekitar Kelas Perusahaan Jati dan 8 kecamatan di sekitar Kelas Perusahaan Pinus. Data kependudukan tersebut disajikan pada tabel berikut ini.

KPH-Ciamis---Tabel---41-pngSumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat Kab. Ciamis (Kab.Ciamis dan Kota Banjar Dalam Angka Tahun 2012)

Tabel 2. Daftar Kependudukan Sekitar Wilayah KP Jati KPH Ciamis

No.

Kecamatan

Jenis Kelamin

Sex

Luas

Kepadatan

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Rasio

Wilayah

Penduduk

(Org)

(Org)

(Org)

 

(km2)

(Org/km2)

1

Cipaku

32.157

31.630

63.787

101

66

966

2

Ciamis

46.642

46.575

93.217

100

33

2.825

3

Cikoneng

26.724

25.614

52.338

104

36

1.454

4

Cihaurbeuti

25.746

25.217

50.963

102

36

1.416

5

Panumbangan

30.681

29.842

60.523

103

59

1.026

6

Panjalu

23.687

23.131

46.818

102

67

699

7

Kawali

20.462

20.430

40.892

100

33

1.239

8

Panawangan

25.631

26.033

51.664

98

81

638

9

Sadananya

17.718

17.322

35.040

102

44

796

10

Sindangkasih

24.286

23.016

47.302

105

27

1.752

Jumlah

273734

268.810

542.544

101

482

1281

Tabel 3. Daftar Kependudukan Sekitar Wilayah KP Pinus KPH Ciamis

Perbandingan laki-laki dengan perempuan (sex ratio) 99%, rata-rata di KP Pinus KPH Ciamis berimplikasi masyarakat yang bekerja di sektor kehutanan umumnya laki-laki. Perbandingan laki-laki dan perempuan yang berimbang akan berpengaruh positif.

Mayoritas masyarakat pedesaan yang beragama Islam memberikan karakter dan budaya tersendiri bagi masyarakat sekitar KPH Ciamis. Kegiatan-kegiatan agama yang telah berbaur dengan budaya masyarakat setempat masih terus dipelihara dan dilakukan oleh masyarakat dan masih cukup dominan di wilayah pedesaan.

Tempat-tempat yang dikeramatkan dan sering dijadikan tempat sesaji menjadi situs budaya dan sekaligus situs ekologi yang tetap dipertahankan keberadaannya. Situs-situs yang ada tetap dijaga dan dipelihara guna melindungi kepentingan masyarakat terkait kepercayaan yang dianut oleh masyarakat.

Terkait dengan aspek pengelolaan sosial, pada tahun 2012 KPH Ciamis telah melakukan kegiatan sosialisasi PHBM dan Studi Dampak Sosial pada 108 desa, sedangkan untuk monitoring Study Dampak Sosial pada tahun 2012 dilaksanakan pada 32 desa.

1.  Kesempatan Kerja

Berbagai kesempatan kerja bagi MDH dalam pengelolaan hutan selama ini telah dilakukan KPH Ciamis. Beberapa kegiatan kerjasama dalam pengelolaan hutan terdapat berbagai model yaitu dalam bidang pembuatan persemaian, tanaman, pemeliharaan, produksi, keamanan hutan, suplyer sarana dan prasarana produksi juga telah dilakukan dengan LMDH.

2.  Perekonomian

1)  Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)

Perum Perhutani KPH Ciamis telah melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari tahun 1992 sampai sekarang. Dana/pinjaman yang digulirkan merupakan pinjaman dengan bunga lunak 6% per tahun flat untuk pinjaman di bawah Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dan 8% per tahun flat untuk pinjaman diatas Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dengan sasaran utama komunitas pengusaha kecil dan koperasi termasuk unit individu maupun kelompok, dalam hal ini LMDH. Jangka waktu pinjaman selama tiga tahun, dengan bantuan modal usaha ini, diharapkan adanya peningkatan pendapatan bagi Mitra Binaan dan terciptanya lapangan kerja baru, serta semakin mandirinya mitra binaan. Dari tahun 2004 s/d tahun 2008 telah menggulirkan dana/pinjaman sebesar Rp 150.000.000. Usaha-usaha mitra binaan itu diantarannya : Kerajinan tangan (Handy Craft), Koperasi, penggemukan sapi/ ternak sapi, Pembuatan Sale pisang, dagang, dan lain-lain.

2)  Sharing Produksi Hasil Hutan

Sebagai wujud implementasi dari SK Direksi Perum Perhutani No 001/KPTS/Dir/2002 tentang Pedoman Berbagi Hasil Hutan Kayu, Perum Perhutani KPH Ciamis telah melaksanakan sharing produksi kayu. Sharing produksi kayu tersebut merupakan pembagian hasil hutan kayu berupa semua jenis kayu sebagai faktor produksi tebangan dari kawasan hutan produksi yang dikelola melalui proses pengelolaan sumber daya hutan bersama masyarakat, yang didasarkan pada nilai dan proporsi serta dikontribusikan untuk masing-masing pihak yang bekerjasama dalam pengelolaan hutan. Pemberian sharing produksi kayu dilaksanakan dengan jiwa berbagi (input, proses, output) yang dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan rasa memiliki dan meningkatkan peran serta tanggung jawab bersama dari masing-masing pihak.

Besaran sharing yang diberikan sebesar 25% untuk LMDH dengan hasil akhir diperhitungkan berdasarkan lama waktu kerjasama pengelolaan dikurangi input yang diberikan selama pengelolaan hutan. LMDH yang mendapatkan sharing ini adalah yang mempunyai petak pangkuan yang sudah terdapat tebangan, baik tebangan A,B, maupun E Hasil pembagian ini diharapkan secara optimal bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat desa dengan program-program pemberdayaan yang nyata.

3) Fasilitasi peningkatan sarana ekonomi desa

Pembangunan fasilitas desa membangun jalan, balai desa, atau gedung sekolah telah terbantu dengan adanya alokasi penggunaan dana sharing sebanyak 20 % dari jumlah sharing yang diperoleh masing-masing desa.

4)  Bantuan Bibit

Bantuan bibit ditujukan untuk mendukung upaya penghijauan dan rehabilitasi di dalam dan di  luar kawasan hutan Perum Perhutani. Bantuan bibit diarahkan untuk penghijauan turus jalan, lahan-lahan kosong di masyarakat, sempadan sungai dan mata air (kawasan perlindungan setempat). Jumlah bantuan bibit yang diberikan kepada masyarakat selama tahun 2012 sebanyak 1.600 plances.

5)   Manajemen Koperasi

Kegiatan ini direncanakan untuk membantu dan mendampingi LMDH dalam proses pendirian dan penguatan koperasi. Penguatan koperasi dilakukan pada aspek peningkatan manajemen pengelolaan koperasi, pelatihan adminsistrasi, pengembangan usaha-usaha produktif LMDH di, membuka jaringan usaha tiap-tiap desa hutan. Pelatihan dilaksanakan dengan bekerjasama dinas koperasi Kabupaten Ciamis. Pembentukan koperasi Tahun 2012 sebanyak 4 buah dan Akte Notaris 4 buah.

6)   Workshop PHBM

Ditujukan untuk memberikan bantuan penyuluhan kepada masyarakat terutama LMDH, untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan PHBM yang dipadukan dengan berbagai aspek kegiatan seperti hukum, perdagangan/ industri, ketenagakerjaan, dan aspek lainnya, yang dilaksanakan oleh berbagai intansi terkait.

7)  Home Industri

Program ini ditujukan untuk peningkatan kualitas dan kuantias produk unggulan yang dihasilkan LMDH melalui bantuan penyuluhan produksi dan pemasaran hasil. Untuk tahun 2012, kegiatan pelatihan dilaksanakan sebanyak 2 kali.

8)  Pelatihan budidaya tanaman pertanian

Ditujukan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan LMDH tentang usaha budidaya tanaman pertanian di lahan kering untuk jenis kakao dan kopi. Pelatihan dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Instansi terkait (Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Ciamis). Tahun 2012, kegiatan pelatihan di LMDH Pamarican.

9)  Penyediaan bahan pangan

Ditujukan untuk mengetahui hasil hutan non kayu yang diperoleh masyarakat dari kegiatan pengelolaan hutan teruatama dari areal tumpangsari, juga lahan-lahan kehuatan negara sesuai dengan aturan. Mulai tahun 2012 telah dilaksanakan program GP3K di 5 BKPH.

3. Kelembagaan

Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan KPH Ciamis adalah penguatan kelembagaan yang ada di masyarakat dan dalam hal ini adalah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) karena lembaga ini merupakan bagian penting dalam pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan oleh Perum Perhutani KPH Ciamis. Dari 108 Desa Pangkuan yang terdapat di wilayah KPH Ciamis, seluruhnya sudah dilaksanakan pembentukan LMDH.