KPH Kebonharjo

Overview

Dok.Kom-PHT/Kbh @2015

Dok.Kom-PHT/Kbh @2015

KPH Kebonharjo adalah salah satu unit manajemen di wilayah Divisi Regional Jawa Tengah. Luas wilayahnya 17.739,10 Ha meliputi kawasan hutan yang berada di Kabupaten Rembang, Blora, serta Kabupaten Tuban. Berdasarkan hasil evaluasi potensi sumber daya hutan tahun 2010, kawasan hutan KPH Kebonharjo adalah Hutan Produksi seluas 13.392,90 Ha (75,5%) dan 4.346,20 Ha (24,5%) Hutan Bukan Untuk Produksi.

Berdasarkan BABT (Berita Acara Tata Batas) tahun 1926 – 1927 dan BABT tahun 1937, KPH Kebonharjo merupakan hutan produksi yang berdasarkan topografi terdiri dari 15,87 % lahan datar, landai (59,11%), bergelombang (13,44%), agak curam (10,75%), dan curam 0,83%. KPH Kebonharjo berada di ketinggian 0 s/d 806 dpl. Berdasarkan Geologi, kondisinya terdiri dari batu liat, batu kapur, dan napal. Iklim di kawasan KPH Kebonharjo termasuk tipe D dengan curah hujan 1.140 mm per tahun.

Kawasan hutan KPH Kebonharjo memiliki empat Bagian Hutan dengan kelas hutan jati dan jenis tanah seperti tersaji di tabel 1.

No

Bagian Hutan (BH)

Kelas Perusahaan

Jenis Tanah

1

BH Tuder Jati Litosol, Mediteran, Renzina

2

BH Balo Jati Grumusol, Litosol, Mediteran, Renzina.

3

BH Merah Jati Grumusol, Litosol, Mediteran, Renzina.

4

BH Gn. Lasem Jati Litosol, Mediteran, Grumusol.

Tabel 1.  Jenis tanah di tiap-tiap Bagian Hutan

Pengelolaan kawasan hutan di KPH Kebonharjo diorganisasikan dalam 7 BKPH dan 24 RPH.  Masing-masing RPH punya pelaksana lapangan untuk kegiatan tanaman, pemeliharaan, penjarangan, keamanan, pembantu penyuluh / sosial, pembantu lingkungan, dan tebangan (BKPH). Karyawan KPH Kebonharjo berjumlah 338 orang.

Ketujuh BKPH tersebut adalah Gn Lasem, Karas, Ngandang, Tuder, Sale, Tawaran, dan Gayam. Luas BKPH Gn Lasem adalah 2.629 Ha, meliputi wilayah kerja RPH Sidowayah, RPH Kajar, dan RPH Gandrirejo. BKPH Karas memiliki luas 1.546 Ha, meliputi RPH Karas, RPH Bedog, dan RPH Ngampon. BKPH Ngandang seluas 3.036,8 Ha, membawahi RPH Tuderbalo, RPH, Lodan, RPH Bonjor, dan RPH Mangseng.

Sementara BKPH Tuder punya luas 2.331,40 Ha, meliputi RPH Tuder, RPH Tahunan, RPH Tengger. Lalu BKPH Sale memiliki luas 2.411,70 Ha, membawahi RPH Terongan, RPH Ketodan, RPH Ngepon. Dan BKPH Tawaran mempunyai luas 2.807,80 Ha, meliputi RPH Karang Tengah, RPH Gato, RPH Ngajaran, RPH Soko Gunung. Serta BKPH Gayam (luas 2.700 Ha), meliputi RPH Ngapus, RPH Nglengkir, RPH Merah, dan RPH Sumber wungu. Selain itu, wilayah KPH Kebonharjo juga meliputi alur seluas 276,40 Ha. (Lihat  :  Peta Wilayah)

Tujuan Pengelolaan SDH
Pengelolaan sumber daya hutan bertujuan memproduksi kayu jati secara lestari dan menjamin fungsi dan manfaat secara ekonomi, ekologi, serta sosial.

Tujuan pengelolaan sumberdaya hutan

  • Sumber daya hutan untuk memproduksi hasil hutan secara lestari.
  • Mengelola hutan dengan memperhatikan keanekaragaman hayati, konservasi tanah, konservasi sumber air dan pemberdayaan masyarakat desa hutan.
  • Mengembangkan sistem pemanenan hasil hutan dengan dampakminimal.

Tujuan pengelolaan lingkungan dan keanekaragaman hayati

  • Menjamin dilakukannya pengelolaan lingkungan yang benar.
  • Mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan.
  • Mempertahankan dan meningkatkan keanekaragaman hayati.

Tujuan pengelolaan sosial

  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan secar proporsional.
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat desa hutan dalam pengelolaan hutan.
  • Meningkatkan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.

Program kerja pengelolaan SDH

  1. Pembagian kawasan hutan berdasarkan fungsi dan pengelolaannya sesuai fungsi.
  2. Pengaturan kelestarian dengan melakukan perhitungan etat secara lestari, melakukan reboisasi dan rehabilitasi hutan, perlindungan hutan, pemeliharaan tegakan hutan, dan pemanenan.
  3. Perlindungan fungsi lingkungan, berupa reboisasi dan rehabilitasi hutan, perbaikan jenis pada KPS, pengendalian pola tanam, dan perlindungan hutan.
  4. Pemanenan ramah lingkungan, pemanenan tersebar, penyaradan tidak merusak fisik tanah, penggantian jenis bukan jati pada KPS.

Program kerja pengelolaan lingkungan

  1. Pengalokasian dan pengelolaan kawasan lindung setempat.
  2. Penerapan sistem pengelolaan yang berdampak minimal terhadap lingkungan.
  3. Monitor dampak negatif dan perbaikan metode jika dampak di atas baku mutu.
  4. Mempertahankan fungsi hutan lindung.
  5. Memonitor keberadaan satwa (terutama satwa dilindungi).
  6. Menjaga struktur dan komposisi tegakan melalui pengaturan lokasi tebangan.
  7. Memperbaiki dan mempertahankan struktur tegakan hutan normal.
  8. Pengaturan dan penerapan pola tanam sesuai dengan sistem silvikultur.
  9. Penanaman kembali areal bekas tebangan dan tanah kosong.
  10. Identifikasi keberadaan HCVF dan pengelolaanya apabila ada.

Program kerja pengelolaan sosial

  1. Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
  2. Peningkatan kesejahteraan pegawai / karyawan secara proporsional.
  3. Penerapan sistem PHBM secara baik dan benar sesuai dengan prioritas dan tata waktunya (tanaman, keamanan, panen, berbagai hasil pamanenan kayu/nonkayu).
  4. Perlindungan situs ekologi dan budaya, menetapkan status kawasan LDTI (lahan dengan tujuan istimewa) atau HLT (hutan lindung terbatas).
  5. Memonitor dan mengelola kondisi sosial ekonomi dan budaya MDH.
  6. Pemberdayaan LMDH, bantuan permodalan lewat kegiatan PKBL.
  7. Penyelesaian masalah tenurial dengan mengedepankan cara persuasif.
  8. Penanganan keamaman terhadap pencurian kayu dengan sistem manajemen zonasi.

Pengelolaan Produksi

Pengelolaan Lingkungan

Pengelolaan Sosial

 

Berita-berita KPH Kebonharjo

 

 

 

Resume Hasil Monitoring Evaluasi  Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) / HCVF 

Download Blangko

 

 

Perum Perhutani

Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) KEBONHARJO

Divisi Regional Jawa Tengah
JL. Pos Rembang, Kebonharjo
Telp 0356 551701 551702