Pengelolaan Sosial

Karyawan Perusahaan. Pengelolaan sosial Perum Perhutani KPH Kebonharjo terdiri dari pengelolaan untuk komunitas karyawan dan masyarakat sekitar wilayah kerja perusahaan. Program untuk karyawan ditujukan untuk :

  • Menjamin kesejahteraan pegawai atau karyawan
  • Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja

Pegawai atau karyawan KPH Kebonharjo berjumlah 329 orang (tahun 2012), terdiri dari 143 Pegawai (43%) dan 186 Pekerja Pelaksana (57%). Tingkat pendidikan mereka SD/SLTP 83 orang (25%), SLTA/DI/DIII 233 orang(71%) dan Sarjana 13 orang (4%). Belum termasuk tenaga borong khusus untuk pekerjaan persemaian, tanaman, pemeliharaan dan tebangan yang kebutuhannya tergantung volume pekerjaan. Penyerapan tenaga kerja borong dari desa hutan mencapai 3.773 orang terdiri dari 2.728 laki-laki dan 1.045 perempuan. Pekerja tergabung dalam organisasi Serikat Pekerja sesuai UU Nomor 13 tahun 2009.  Pengakuan organisasi pekerja oleh perusahaan tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Nomor KEP.132/PHIJSK-PKKAD/PKB/VIII/2012 yang memuat aturan-aturan kesepakatan antara karyawan dan perusahaan termasuk mengatur hak dan kewajiban pegawai atau karyawan secara lengkap antara lain:

  • Gaji atau upah
  • Tunjangan jabatan, transpor, pengobatan dll
  • Kompensasi meninggalkan rumah dinas
  • Tunjangan tidak teratur (periksa kesehatan, perjalanan dinas, pindah, pakaian dinas dll)

Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja.  Risiko kecelakaan kerja karyawan diminimalisir sampai titik nol dengan implementasi Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) sejak 2005.  Perusahaan menyediakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar pekerjaan dengan dokumen pendukung antara lain:

–     Manual SMK3
–     Identifikasi Penilaian Risiko
–     Laporan kecelakaan kerja / investigasi
–     Laporan inspeksi K3
–     Laporan bulanan ketenagakerja
–     Rencana Strategis Ketenagakerjaan
–     Piagam Zero Accident (Kabupaten/Provinsi/Nasional)

Tanggungjawab Sosial Perusahaan.  Pengelolaan sosial untuk masyarakat desa sekitar hutan dan stakeholder  merupakan bentuk tanggungjawab sosial perusahaan yang kegiatan utamanya adalah :

  • Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat pada kegiatan tanaman, keamanan, panen dan bagi hasil panen kayu dan non kayu.
  • Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
  • Pengelolaan tenurial
  • Pengelolaan zonasi wilayah untuk pengamanan hutan
  • Pengelolaan sosial budaya masyarakat desa hutan
  • Perlindungan situs ekologi dan budaya, penetapan status lahan dengan tujuan istimewa (LDTI) atau hutan lindung terbatas (HLT)

Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). PHBM adalah sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama-sama oleh Perum Perhutani dan Masyarakat Desa Hutan maupun dengan Pihak lain yang berkepentingan (stakeholder) dengan jiwa berbagi. Dengan system tersebut kepentingan bersama untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat sumberdaya hutan dapat diwujudkan secara optimal dan proporsional.  PHBM telah memberikan manfaaf sosial ekonomi dan budaya termasuk perubahan kelembagaan masyarakat selama sepuluh tahun terakhir antara lain:

  • Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) terbentuk di 59 desa. LMDH adalah representasi kelompok-kelompok masyarakat yang bekerja dan atau berinteraksi dengan Perhutani.
  • Delapan Koperasi LMDH terbentuk di Desa Sale, Ngepon, Ngandang, Wonokerto, Watu Pecah, Gading, Bamban, dan Ngajaran.
  • 27 LMDH menerima bagi hasil produksi kayu sebesar Rp 5.506.440.383,- (Lima milyar lima ratus enam juta empat ratus empat puluh ribu tiga ratus delapan puluh tiga rupiah) sejak tahun 2003 sampai 2012.
  • Usaha produktif pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan, antara lain:
    • Tanaman porang 5 ha di petak 4 RPH Kajar BKPH Gn Lasem Rembang oleh LMDH Tirto Moyo Desa Kajar
    • Tanaman temulawak 4 Ha oleh LMDH Mulyo Widodo Desa Criwik
    • Tanaman kunyit, temulawak, kapulaga 0.6 Ha oleh LMDH Reksa Wana Kumala Desa Sale
    • Tanaman kunyit 0,5 Ha oleh LMDH Sido Makmur Desa Jlodro
    • Usaha produktif lainnya.
    • Usaha Hutan Rakyat seluas 11.1 Ha oleh LMDH Jati Santosa Desa Tengger pola sharing
    • Pengelolaan lumbung padi  oleh LMDH Arum Lestari Desa Ngepon, Jatirogo, Tuban.
    • Pengolahan mete oleh  LMDH Bumi Lestari, Desa Tawangrejo, Sarang, Rembang.
    • Ternak burung oleh LMDH Dharmawana Raharja Desa Wonokerto, Sale, Rembang.
    • Unit usaha simpan pinjam
    • Unit usaha Sewa Alat Panggung oleh LMDH Dharmawana Raharja Desa Wonokerto
    • Usaha peternakan kambing dan sapi skala mikro

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). PKBL adalah program pemberdayaan masyarakat yang sumberdana pinjaman bunga rendah berasal dari Kementrerian BUMN RI.  Sasaran PKBL KPH Kebonharjo adalah LMDH dan atau masyarakat desa hutan perseorangan yang memiliki usaha produktif.  Sejumlah 165 mitra binaan telah mendapatkan dana pinjaman sebesar Rp 977.059.000,- (Sembilan ratus tujuh puluh tujuh juta lima puluh sembilan ribu rupiah) dari Perhutani KPH Kebonharjo sejak tahun tahun 1993 sampai 2012 .

Program Ketahanan Pangan. Dukungan Perhutani untuk penyediaan pangan dilakukan dengan cara menerapkan sistem tumpangsari pada tanaman hutannya. Selain itu, masyarakat juga diberi kesempatan memanfaatkan hasil hutan non kayu lain berupa hijauan makanan ternak (HMT), daun, rencek, buah, palawija, dan empon-empon untuk kebutuhan sehari-hari. Kontribusi nilai pangan yang diberikan KPH Kebonharjo kepada masyarakat lokal tahun 2012 sebesar Rp 4.638.831 ribu, terdiri dari 112.410 ikat rencek (Rp 843.075.000); 24.353 ikat daun jati (Rp 173.105.000); 241.317 ikat HMT (Rp 1.156.385); 430.423 kg palawija (Rp 389.173.000); 3.959 kg empon-empon (Rp 4.224.000); 10.602 kg buah-buahan (Rp 10.622.000) dan 18.532 kg tanaman perkebunan (Rp 154.270.000).

Bantuan Teknis dan Sosial.  Tanggungjawab sosial perusahaan lainnya diberikan dalam bentuk bantuan-bantuan yang sifatnya temporer kepada masyarakat.  Beberapa bantuan sosial penting antara lain:

  • Pemeriksaan kesehatan gratis “Perhutani Peduli“ untuk 150 pasien di Desa Jamprong, Kecamatan Kenduruan Tuban kerjasama dengan Puskesmas.
  • Bantuan makanan tambahan 90 BALITA di Desa Jamprong, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban bekerjasama dengan Posyandu dan LMDH setempat dengan jumlah pasien 90 balita
  • Bantuan air bersih 36.000 liter di 6 desa sekitar hutan.
  • Donor darah 3 bulanan oleh karyawan perusahaan
  • Bantuan pendidikan siswa Tunas Rimna
  • Pengembangan Kapasitas untuk program pelestarian lingkungan LMDH maupun bagi anak sekolah dan anak usia dini.
  • Bantuan bibit tanaman kepada pihak lain lebih dari 700 pohon
  • Dan bantuan lainnya