Pengelolaan Lingkungan

Tujuan pengelolaan lingkungan dan keanekaragaman hayati adalah menjamin dilakukannya pengelolaan lingkungan yang benar, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan, serta mempertahankan dan meningkatkan keanekaragaman hayati.

Kawasan lindung berupa kawasan perlindungan setempat (KPS) terdiri sempadan sungai, sempadan pantai, dan tempat khusus. Beberapa objek KPS diarahkan sebagai hutan lindung terbatas (sempadan sungai, sempadan pantai, alas roban, kawasan perlindungan tanah, curug sewu dan Goa Kukulan), selebihnya sebagai lahan dengan tujuan istimewa (LDTI) yaitu mata air, Bumi Perkemahan, Arboretum, Makam, Goa Kiskendo, Petilasan dan Hutan Penelitian.

Jenis satwa liar yang hidup dan ditemukan di kawasan hutan KPH Kendal lebih kurang 58 jenis terdiri dari 30 jenis aves (burung), 14 jenis mamalia, dan 14 jenis reptil, dengan 39 jenis (aves 15, mamalia 21, reptil 3) ditemukan di hutan produksi dan jumlah yang dilindungi 18 jenis (seperti merak, monyet, babi hutan, ayam hutan), 10 jenis termasuk dalam CITES apendiks II.

Program kerja pengelolaan lingkungan di KPH Kendal meliputi:

  1. Pengalokasian dan pengelolaan kawasan lindung setempat.
  2. Penerapan sistem pengelolaan yang berdampak minimal terhadap lingkungan.
  3. Monitor dampak negatif dan perbaikan metode jika dampak di atas baku mutu.
  4. Mempertahankan fungsi hutan lindung.
  5. Memonitor keberadaan satwa (terutama satwa dilindungi).
  6. Menjaga struktur dan komposisi tegakan melalui pengaturan lokasi tebangan.
  7. Memperbaiki dan mempertahankan struktur tegakan hutan normal.
  8. Pengaturan dan penerapan pola tanam sesuai dengan sistem silvikultur.
  9. Penanaman kembali areal bekas tebangan dan tanah kosong.
  10. Identifikasi keberadaan HCVF dan pengelolaanya apabila ada.

Kelola lingkungan kawasan hutan KPH Kendal yaitu dengan mengalokasikan kawasan untuk tujuan perlindungan seluas 10 %, dan pada kawasan produksi dilakukan pengelolaan dengan mempertimbangkan aspek–aspek lingkungan (meminimalkan dampak negatif).

Rencana Pengelolaan Lingkungan KPH Kendal Tahun 2010-2014

No.

Kegiatan

Satuan

Volume Rencana

2010

2011

2012

2013

2014

I. Fisik Kimia

1

Hidrologi & kualitas air
a.  Terasering Ha

127,7

128,8

123,6

129,1

b.  Reboisasi Ha

46,8

127,7

128,8

123,6

129,1

c.  Rehabilitasi Ha

5,5

II. Fisik tanah

1

Erosi
a.  Terasering Ha

127,7

128,8

123,6

129,1

b.  Reboisasi Ha

46,8

127,7

128,8

123,6

129,1

c.  Rehabilitasi Ha

5,5

2

Keseburan
a.  Pemupukan Ha

127,7

128,8

123,6

129,1

126,7

III. Biologi

1

Satwa
a.  Pengaturan tebangan A/B Ha

5,8

b.  Pelaksanan tanaman Ha

7,7

2

Vegetasi
Penanaman/ pengkayaan jenis Jenis/plc

6/145.200

112.464

113.344

108.768

113.608

Pengelolaan lingkungan mencakup fisik-kimia dan biologi. Fokus parameter Fisik kimia adalah pengelolaan tanah dan air, sedangkan aspek biologi difokuskan pada pengelolaan jenis vegetasi dan satwa dilindungi dan habitatnya. Rencana kelola lingkungan pada Tabel 4, merupakan upaya mengelola hutan dengan tidak merusak atau mengurangi kualitas lingkungan kuantitas  dan kualitas air, kualitas tanah, keberadaan satwa liar dan vegetasi.

Monitoring dan Evaluasi Lingkungan

Hasil pemantauan dampak lingkungan fisik dan kimia  dan biologi  menunjukkan kecenderungan pengelolaan hutan tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan, dan bahkan memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Hasil  Pemantauan Dampak Lingkungan Fisik Kimia di KPH Kendal

No.

Parameter

Indikator

Tahun 2008

Tahun 2009

Baku mutu

1. Kuantitas air (hidrologi) Debit air

3,2

1,8

Qmax/min < 20
2. Kualitas air Padatan terlarut

28,9 mg/lt

700,4 mg/lt

< 1000 mg/lt
3. Erosi Tingkat erosi

3,39 ton/ha/th

0,89 ton/ha/th

2 ton/ha/th
4. Kesuburan tanah Bonita

1 – 5

1 – 5

Tetap, meningkat

 

Hasil Pemantauan Satwa Liar & Vegetasi di Kawasan Konservasi KPH Kendal Th. 2009

No. Parameter Indikator Pantau Hasil Pantau

Lokasi

1. Satwaliar Keragaman jenis RTE *

9 jenis

CA Pagerwunung
Keragaman jenis RTE

20 jenis

CA Ulolanang, SA Peson I
Keragaman jenis RTE

4 jenis

SA Peson II
2. Vegetasi Keragaman jenis

35 jenis

CA Pagerwunung
Keragaman jenis

70 jenis

CA Ulolanang, SA Peson II
Keragaman jenis

8 jenis

SA Peson I

*) RTE :  Rare Treathened and Endangered (langka dan terancam punah / dilindungi)

Pemantauan tahun 2009 menunjukkan, hanya terdapat HCV6 yang keberadaannya selama ini sudah diidentifikasi, diberi tata batas, dilindungi dan  dikelola.

Distribusi Keberadaan High Conservation Value di Wilayah KPH Kendal

No.

Nilai

Definisi

Distribusi

1

HCV1 Hutan berisi konsentrasi nilai keanekaragaman hayati

ada

2

HCV2 Lanskap hutan yang luas (populasi spesies alami )

ada

3

HCV3 Hutan berisi ekosistem langka, terancam dan hampir punah.

ada

4

HCV4 Hutan memberikan jasa alami dasar dalam kondisi kritis (air dll)

Ada

5

HCV5 Hutan memenuhi keperluan dasar masyarakat lokal

Ada

6

HCV6 Terdapat identitas budaya tradisional (identifikasi bersama masyarakat)

Ada, menyebar