Pengelolaan Sosial

Selain membangun dan mengembangkan perusahaan, organisasi serta sumber daya manusia perusahaan yang modern, profesional dan handal serta memberdayakan masyarakat desa hutan melalui pengembangan lembaga perekonomian koperasi masyarakat desa hutan atau koperasi petani hutan. Serta mendukung dan turut berperan serta dalam pembangunan wilayah secara regional dan nasional, serta memberikan kontribusi secara aktif dalam penyelesaian masalah lingkungan regional, nasional dan internasional.

Tujuan pengelolaan sosial di KPH kendal adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan secara proporsional, meningkatkan partisipasi masyarakat desa hutan dalam pengelolaan hutan, serta meningkatkan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.

Program kerja pengelolaan sosial di KPH Kendal meliputi:

  1. Penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja.
  2. Peningkatan kesejahteraan pegawai / karyawan secara proporsional.
  3. Penerapan sistem PHBM secara baik dan benar sesuai dengan prioritas dan tata waktunya (tanaman, keamanan, panen, berbagai hasil panen kayu nonkayu).
  4. Perlindungan situs ekologi dan budaya, menetapkan status kawasan LDTI (lahan dengan tujuan istimewa) atau HLT (hutan lindung terbatas).
  5. Memonitor dan mengelola kondisi sosial ekonomi dan budaya MDH.
  6. Pemberdayaan LMDH, bantuan permodalan lewat kegiatan PUKK.
  7. Penyelesaian masalah tenurial dengan mengedepankan cara persuasif.
  8. Penanganan keamaman terhadap pencurian kayu sesuai stratifikasinya.

Pengelolaan kawasan hutan KPH Kendal dalam konteks sosial adalah menjaga dan meningkatkan fungsi sosial bagi masyarakat desa hutan. Rencana kelola sosial pada Tabel 4, merupakan komitmen KPH Kendal dalam mengelola hutan dengan memperhatikan fungsi sosial terdiri dari peningkatan perekonomian desa, kelembagaan dan ketenagakerjaan. 

Rencana Pengelolaan Sosial KPH Kendal Tahun 2010-2014

No.

Kegiatan

Satuan

Rencana

2010

2011

2012

2013

2014

I. Peningkatan perekonomian desa

1.

Usaha produktif
a.  Pupuk kandang Kg

290.400

224.928

226.688

217.536

227.216

b. Kompos Kg

39.204

30.365

30.603

29.367

30.674

2.

PUKK Rp000

110.000

115.000

120.000

130.000

135.000

3.

Tanaman pertanian
a.  Tumpangsari Ha

1.931

1.008

422

380

387

b.  Lokasi teresan Ha

123,6

129,1

126,7

130,3

123,2

4.

Hasil hutan
a.  Bagi hasil kayu M3

4.217

3.491

3.541

4.640

4.008

b. Pengambilan rencek Rp000

9.511

8.450

8.071

8.292

8.085

c.  Pengambilan daun Rp000

1.543

1.526

1.456

1.553

1.537

5.

Lahan utk aktivitas ekonomi Warung

176

176

176

176

176

6.

Pelatihan MDH Org

37

41

45

49

55

II. Kelembagaan

1.

Pembentukan LMDH Desa

81

81

81

81

81

2.

Studi banding LMDH Kali

2

2

2

2

2

3.

Pengukuhan Kerja sama LMDH Kelompok

81

81

81

81

81

III. Ketenagakerjaan

1.

Serapan tenaga kerja
a. Persemaian Org

9

9

6

6

6

b. Tanaman Org

579

302

126

114

116

c. Pemeliharaan Org

35

35

35

35

35

d. Tebangan Org

150

150

150

175

150

e. TPK Org

75

75

75

75

75

2.

Pelatihan karyawan Org
a. Teknik kehutanan Org

3

2

3

2

3

b. Tata usaha Org

2

1

1

1

2

c.  Produksi Org

3.

Job training
a. Tanaman Kali

1

1

1

1

1

b. Persemaian Kali

1

1

1

1

1

c. Pemeliharaan Kali

1

1

1

1

1

d. Tebangan Kali

1

1

1

1

1

 

Pemantauan Dampak Sosial

Monitoring dilakukan melalui pengukuran parameter sosial ekonomi masyarakat desa hutan yang diduga terkena dampak pengelolaan hutan, meliputi perekonomian desa, kelembagaan, ketenagakerjaan, budaya, sengketa/konflik berkaitan dengan unit manajemen, dan persepsi masyarakat terhadap unit manajemen. Hasil monitoring dievaluasi dan dijadikan feedback untuk perbaikan kelola sosial KPH Kendal.

kendal-tabel-41-png

Hasil evaluasi pemantauan desa dampak sosial menunjukkan, prosen penduduk yang mempunyai penghasilan dari hutan berkisar 3 – 55 % dengan kontribusi pendapatan 9 – 55 % terhadap pendapatan MDH.