Pengelolaan Lingkungan

Sasaran kelola lingkungan terdiri dari :

  1. Ditetapkannya luas kawasan perlindungan minimal 10% dari luas wilayah termasuk didalamnya hutan lindung dan Lapangan Dengan Tujuan Istimewa yang berfungsi sebagai Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) dan Kawasan Perlindungan Khusus (KPK).
  2. Terpeliharanya kualitas tanah dan air berdasarkan nilai sedimentasi, erosi, dan kualitas air yang sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan.
  3. Kesuburan tanah meningkat atau paling tidak stabil.
  4. Keanekaragaman hayati meningkat atau paling tidak  stabil.
  5. Inventarisasi, identifikasi dan penataan KPS dan KPK yang belum masuk dalam suplemen tahun 2007.
  6. Hutan dengan Nilai Konservasi Tinggi (HNKT) dapat dipertahankan atau meningkat.
  7. Tidak ada pelanggaran atau sengketa pada kawasan perlindungan.

Strategi pengelolaan aspek lingkungan terdiri dari :

  1. Reboisasi seluruh kawasan bekas tebangan, kawasan tidak produktif serta rehabilitasi/restorasi kawasan perlindungan.
  2. Pengolahan lahan pada kegiatan tanaman dan pembuatan prasarana jalan memperhatikan teknik konservasi tanah dan air.
  3. Meningkatkan keanekaragaman vegetasi pada kawasan perlindungan dan kawasan lainnya.
  4. Menghindari dan mengendalikan spesies invasif.
  5. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengamanan hutan
  6. Peningkatan kegiatan pemantauan lingkungan.
  7. Kegiatan perlindungan terhadap perburuan flora dan fauna dilindungi.
  8. Penanganan B3 secara benar dan bertanggungjawab.

HCVF yang terdapat di kawasan KPH Madiun adalah HCVF 1, HCVF 4, HCVF 5, dan HCVF 6 yaitu kawasan hutan lindung, spesies RTE, KPS, mata air, dan kawasan situs budaya.

Rencana pengelolaan kawasan HCVF di KPH Madiun antara lain :

  • Penetapan kawasan situs budaya dan mata air.
  • Pemeliharaan tanda batas.
  • Perlindungan areal serta flora dan fauna, terutama spesies dilindungi dan/atau spesies RTE di areal HCVF.
  • Mengidentifikasi jenis-jenis pakan satwaliar di areal hutan lindung, dan KPS.
  • Inventarisasi dan identifikasi kondisi lokasi di areal hutan lindung dan KPS.
  • Rehabilitasi areal hutan lindung dan KPS.
  • Restorasi areal hutan lindung dan KPS.

Realisasi pelaksanaan pengelolaan kawasan HCVF sampai dengan tahun 2010 antara lain adalah Pengkayaan Hutan Lindung seluas 17.6 Ha pada BKPH Sukun dengan menggunakan jenis rimba campur (kepuh, trembesi, jambu mete). Selain itu telah dilakukan pengukuran besar debit  mata air yang ada di wilayah KPH Madiun sebesar 0.003 ltr/dtk sd. 5 ltr/dtk. Pelaksanaan pengelolaan kawasan HCVF lainnya adalah pemasangan plang larangan berburu dan poster satwa dilindungi pada lokasi strategis.