Pengelolaan Produksi

Sasaran kelola produksi terdiri dari :

  1. Tersedianya bibit pada persemaian dengan kualitas dan kuantitas sesuai dengan rencana.
  2. Terlaksananya kegiatan tanaman sesuai dengan rencana dan persentase tumbuh minimal 95%.
  3. Pemeliharaan, penjarangan, dan pengendalian hama penyakit terlaksana sesuai dengan metode, tata waktu dan skala prioritas.
  4. Teresan dan tebangan terlaksana sesuai dengan rencana dan kualitas sortimen yang maksimal.
  5. Meminimalkan dampak pemanenan terhadap lingkungan
  6. Luasan kelas hutan produktif minimal dipertahankan dan diupayakan terus meningkat.

Strategi pengelolaan pada aspek produksi  terdiri dari :

  1. Seleksi benih dan metode dan tata waktu pembuatan persemaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  2. Reboisasi pada bekas lokasi tebangan rutin dan pembangunan/hutan tidak produktif.
  3. Monitoring dan evaluasi tanaman guna mengetahui persentase tumbuh dan kualitas tanaman terutama pada tanaman muda.
  4. Kegiatan sulaman dilakukan sesuai dengan tata waktu dan ketersediaan bibit yang memadai.
  5. Penerapan sistem silvilkultur secara optimal.
  6. Kegiatan pemeliharaan dilakukan sesuai dengan hasil evaluasi dan monitoring tanaman.
  7. Penjarangan tegakan (pemilihan pohon yang dimatikan) dilakukan dengan metode kehati-hatian untuk meningkatkan pertumbuhan pohon-pohon yang sehat yang ditinggalkan.
  8. Inventarisasi, penanggulangan dan monitoring hama / penyakit.
  9. Kegiatan penebangan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan dan mengacu pada etat tahunan yang ditetapkan.
  10. Kebijakan pembagian batang menyesuaikan permintaan pasar.
  11. Implementasi lacak balak yang menjamin sumber asal kayu yang terkontrol.

Kelestarian SDH

Areal pengusahaan hutan tanaman KPH Madiun adalah sesuai dengan Peta Fungsi Hutan KPH Madiun, yaitu seluas 31.219.7 Ha, terdiri dari Kelas Perusahaan Jati 27.483.6 Ha dan Kelas Perusahaan Kayu Putih 3.736,1 Ha

Struktur Kelas Hutan Produktif KP Jati

Kls Htn

Ha

%

KP Jati

Ha

%

  KUI      6.584,2     24,0   LTJL     105,0        0,4
  KUII      3.138,7     11,4   TK     741,1        2,7
  KUIII      1.676,5        6,1   TKL  1.132,5        4,1
  KUIV      1.859,6        6,8   HAKL       38,0        0,1
  KUV         203,9        0,7   TKTBJ     209,8        0,8
  KUVII         615,7        2,2   TJKL 1.996,7        7,3
  KUVIII         167,6        0,6   HPT       80,3        0,3
  KU IX             2,5        0,0   TBP       78,7        0,3
  KU X                  –            –   LDTI 2.776,6     10,1
  MT                  –            –   SA/HW         –            –
  MR         294,2        1,1 JUMLAH  27.483,6   100,0

Struktur Kelas Hutan Produktif KP Kayu Putih

Kls Htn

Ha

%

Kls Htn

Ha

%

  KUI         836,8     22,40   LTJL              –           –
  KUII         343,7        9,20   TK    39,50        1,06
  KUIII         505,3     13,52   TKL    82,40        2,21
  KUIV         354,6        9,49   TKPBK  804,30      21,53
  KUV           42,8        1,15   TBP      1,50        0,04
  KUVI              –           –   LDTI  456,20      12,21
  KUVII              –           –   SA/HW              –           –
  KUVIII           88,1        2,36   HL  180,90        4,84
  KU IX              –           – JUMLAH 3.736,10    100,00

Sistem Silvikultur

Terdapat dua system penanaman di Perum Perhutani pada umumnya, yaitu : banjar harian dan tumpangsari.  Sistem banjar harian adalah penanaman secara cemplongan, tanpa ruang budidaya pertanian, dilakukan pada lahan berlereng berat dan/atau langka tenaga pesanggem. Sistem tumpangsari dikembangkan dengan melibatkan dan memberi ruang bagi pesanggem untuk melakukan budidaya pertanian.

KPH Madiun memiliki persemaian sebanyak 5 (lima) lokasi yang ada di Sub Utara dan selatan, dengan total maksimal kapasitas produksi sebanyak kurang lebih 5  juta Bibit/tahun. Lokasi persemaian tersebut untuk mencukupi dan  mendukung kebutuhan bibit di seluruh wilayah KPH Madiun.

Lokasi Persemaian

No.

Lokasi Persemaian

Luas

(ha)

Kapasitas Bibit per tahun

(bibit/tahun)

Jenis Tanaman

1.

BKPH Dagangan

1,7

   700.000 plc Jati dan Rimba.

2.

BKPH Somoroto

1.5

1.000.000 plc Jati dan Rimba.

3.

BKPH Brumbun

1,5

1.000.000 plc Jati dan Rimba.

4.

BKPH Dungus

1,5

   600.000 plc Jati (stek pucuk dan KBK), Rbc, MPTS

5.

BKPH Sukun (2 lokasi)

1,5

1.000.000 plc Kayu Putih dan Rimba.
JUMLAH TOTAL 4.300.000 plc

 Kegiatan penanaman di areal hutan Perum Perhutani KPH Madiun dilakukan setelah dilakukan penyiapan lahan selesai dan dinilai layak untuk diteruskan dengan kegiatan penanaman. Penanaman dimungkinkan dilakukan sepanjang tahun karena kondisi curah hujan yang sesuai. Untuk memonitoring hasil kegiatan penanaman dilakukan penilaian persiapam lapangan dan tanaman yang bertujuan untuk menilai dengan melakukan penghitung persentase hidup tanaman Pagar, Tepi, Sela, Pokok dan pengisi, dan monitoring pertumbuhan tanaman. Penilaian tanaman dilakukan pada umur tanaman 1 tahun. Hal ini diharapkan apabila tanaman dinilai kurang dapat tumbuh dengan baik, masih memungkinkan untuk dilakukan penyulaman ataupun penanaman kembali.

Kegiatan pemeliharaan tanaman meliputi : kegiatan penyulaman, penyiangan (weeding), pendangiran, pemupukan, Pengkayaan tanaman kayu putih /KRT (Kerapatan Tegakkan, pemberantasan hama dan penyakit, pemangkasan cabang/wiwilan, dan penjarangan.

Jadwal pelaksanaan pemeliharaan tanaman (luas dan waktunya) mengikuti jadwal penanamannya dan jadwal teknis silvikultur hutan tanaman (THPB). Sedangkan pada tanaman kayu putih kegiatan pemeliharaan dilakukan pada umur balita (1-5 tahun), yaitu penyulaman, pemupukan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan, pendangiran/penyiangan, penggebrusan, pembabatan tumbuhan bawah secara rutin sesuai kondisi setempat.

Kegiatan perlindungan dan pengaman hutan dimaksudkan untuk menjaga keutuhan dan keamanan kawasan dari aktivitas ganggguan hutan yang disebabkan oleh tekanan penduduk, perubahan klim global maupun kombinasi diantara keduanya.  Cakupan kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan adalah sebagai berikut :

1.   Pencurian Kayu

2.   Perburuan Satwa Liar

3.   Kebakaran Hutan

4.   Perambahan Hutan / Bibrikan

  1. Penggembalaan

Pembukaan Wilayah Hutan

Prinsip utama kegiatan pembukaan wilayah hutan adalah tersedianya akses untuk semua kegiatan pengelolaan hutan dengan baik dan efisien. Adapun kegiatan pokok penyiapan sarana prasaran yang dilaksanakan di wilayah KPH Madiun, meliputi :

a.     Pembangunan Jalan Sarad/Sogokan

b.    Perbaikan Jalan Angkutan dan Alur

  1. Pembuatan Pos Tebangan, Gubug Kerja, Pos Keamanan
  2. Pembangunan dan pemeliharaan Stasiun Pemantaun Lingkungan (SPL)

Pemanenan

Pemanenan pohon jati dilakukan pada saat umur tanaman mencapai umur daur, yaitu pada umur 80 tahun.  Penebangan dilakukan secara semimekanik dengan menggunakan alat jenis chainsaw.  Sebelum kegiatan penebangan perlu dilakukan klem (pengukuran keliling) dengan ketinggian 130 cm dari permukaan tanah dan teresan untuk tebangan A2.

Untuk pemanenan Non Kayu yaitu Pemanenan daun kayu putih dilakukan pada saat tanaman mulai berumur 5 tahun.  Pemanenan daun kayu putih dilakukan dengan cara memangkas daun dengan menggunakan sabit.