Pengelolaan Lingkungan

 

Kegiatan Pengelolaan Lingkungan Hidup dilakukan di Kawasan Lindung, Kawasan Produksi dan Kawasan Penggunaan Lain, yaitu  :

  • Melakukan pengayaan restorasi  dengan jenis rimba lokal (termasuk MPTS / Multiple Purpose Tree Species / buah-buahan) pada kawasan Perlindungan Hutan Lindung, Hutan Alam Sekunder (HAS), Kawsan Perlindungan Setempat (KPS).
  • Mengadakan perlindungan terhadap situs-situs budaya dan ekologi yang ada.
  • Melakukan kegiatan pengelolaan di kawasan produksi dengan memperhatikan aspek perlindungan fisik kimia (tanah dan air) dan biologi (vegetasi dan satwa liar).
  • Melakukan pemantauan parameter lingkungan yang terdiri dari kualitas dan kuantitas air, kesuburan tanah, erosi, keragaman dan penyebaran vegetasi, dan habitat satwa liar (terutama jenis satwa RTE).

Penetapan Zona Konservasi Di KPH Randublatung

AREA

JUSTIFIKASI

HCVF YG DILINDUNGI

LUAS

(HA)

Sumber Lumpur Kesongo

Hutan alam (Natural Forest Origin) seluas 105,9 ha berada diwilayah Sumber Lumpur Kesongo pada petak 114 a BKPH TrembesKawasan tersebut juga merupakan kawasan rawa kesongo selaus 3,0 ha dan savanna kesongo seluas 102,9 ha, merupakan habitat berbagai 19 jenis aves perlu adanya perlindungan aves migran antara lain burung Kuntul Putih (Bulbucus Ibis), Bangau Tongtong (Leptotilos Javanicus), Belibis Batu (Dendrocygna Javanica, Bambangan Merah (Ixapbrychrus cinnamomeus) dan Cangak Merah (Ardea Purpurea). Konsentrasi biodiversity HCV1 berupa Hutan Alam OriginHCV2 sebagai habitat species interest kuntul putih (Bulbucus Ibis)

105,9

HAS

Ptk. 84 a BKPH Pucung

Merupakan kawasan hutan seluas 34,2 ha dengan dominasi tegakan jati yang ditanam pada tahun 1935 dengan kenampakan vegetasi mendekati hutan alam sekunder dengan indicator ditemui tumbuhan liana. KPH Randublatung juga menetapkan zone penyangga kawasan ini seluas 225,7 haMeupakan habitat habitat species interest merak (Pavo muticus), Elang bido (Spilornis cheela), Biawak (Varanus Salvator) dan Jelarang Bilalang (Ratuffa Affinis) Konsentrasi biodiversity HCV1 berupa Hutan Alam OriginHCV2 sebagai habitat species interest merak (Pavo Muticus), Elang Bido (Spilornis Cheela), Biawak (Varanus Salvator) dan Jelarang Bilalang (Ratuffa Affinis)

34,2

HAS

Ptk. 31 BKPH Boto

Merupakan kawasan hutan seluas 25,3 ha dengan dominasi tegakan jati yang ditanam pada tahun 1960 dengan kenampakan vegetasi mendekati hutan alam sekunder dengan indicator ditemui tumbuhan liana. KPH Randublatung juga menetapkan zone penyangga kawasan ini seluas 174,1 ha.Merupakan habitat habitat species interest merak (Pavo muticus), Elang Bido (Spilormis Cheela) dan biawak (Varanus Salvator) Konsentrasi biodiversity HCV1 berupa Hutan Alam OriginHCV2 sebagai habitat species interest merak (Pavo Muticus), Elang Bido (Spilornis Cheela) dan Biawak (Varanus Salvator)

25,3

Situs Ekologi & Budaya

Pemasok kebutuhan air minum dan air rumah tangga masyarakat sekitarSitus budaya masyarakat Sumber air pemasok kebutuhan masyarakat banyak yang tidak ada alternative pengganti (HCV4) seluas 4,5 haKawasan Wisata dan situs ekologi masyarakat umum (HCV6) seluas 1,3 ha

5,8

JUMLAH  :

169,4

 

Lokasi SPL Pemantauan komponen Hidrologi dan kualitas air

NOMOR

SPL

NAMA SUNGAI / DAS

TIPE

SPL

LOKASI

PETAK

BKPH / RPH

1

Beluk

Outlet

73

Temuireng / Dawung

2

Tanggel

Outlet

25

Temanjang / Gumeng

3

Prayungan

Outlet

69

Kedungjambu / Soko

4

Banyuasin

Outlet

47

Kemadoh /Jegong

5

Gandul

Outlet

45

Kemadoh / Klanding

6

Bodeh

Outlet

24

Selogender / Kwojo

7

Watugong

Outlet

14

Boto / Sugih

8

Mirikerep

Outlet

45

Boto / Boto

9

Klampok

Outlet

125

Beran / Beran

10

Banyuurip

Outlet

68

Banyuurip / gadung

11

Bodeh

Inlet

141

Beran / Bodeh

12

Alasmalang

Inlet

69

Temuireng / Alasmalang

13

Kedungkotak

Inlet

27

Temanjang / Banyuurip

14

Tanggel

Outlet

111

Tanggel / Bogorejo

15

Padas

Outlet

148

Trembes / Padas

16

Kedung ringin

Outlet

45

Kedungjambu / Soko

17

Talkidang

Outlet

129

Kedungjambu / Soko

18

Kedung Mansyur

Outlet

99

Tanggel / Bogorejo

19

Balong Keong

Outlet

109

Tanggel /Kalipang

 

DATA RESTORASI HAS KPH RANDUBLATUNG

1. TANAMAN

  • Tahun 2010       HAS : 296,1 HA, KPS : 171,7 HA, TOTAL : 467,8 HA
  • Tahun 2011       HAS : 393,7 HA, KPS : 121,0 HA, TOTAL : 514,7 HA
  • Tahun 2012       HAS : 427,7 HA, KPS : 108,7 HA, TOTAL : 536,4 HA
  • Tahun 2013       HAS : 417,3 HA, KPS :   42,3 HA, TOTAL : 459,6 HA
  • Tahun 2014       HAS : 325,3 HA, KPS : 148,6 HA, TOTAL : 473,9 HA

2. TEBANGAN

  • Tahun 2012       JUMLAH PETAK    : 24 PETAK, LUAS                 : 427,7 HA