Pengelolaan Produksi

 

Program kerja Kelola Produksi  :

  1. Pembagian kawasan hutan berdasarkan fungsi dan pengelolaannya sesuai fungsi.
  2. Pengaturan kelestarian dengan melakukan perhitungan etat secara lestari, melakukan reboisasi dan rehabilitasi hutan, perlindungan hutan, pemeliharaan tegakan hutan, dan pemanenan.
  3. Perlindungan fungsi lingkungan, berupa reboisasi dan rehabilitasi hutan, perbaikan jenis pada KPS, pengendalian pola tanam, dan perlindungan hutan.
  4. Pemanenan ramah lingkungan, pemanenan tersebar, penyaradan tidak merusak fisik tanah, penggantian jenis bukan jati pada KPS.

Pengelolaan SDH dilakukan dengan basis masyarakat (PHBM / Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) dan dengan basis sumber daya hutan, mulai aspek perencanaan hutan (mencakup aspek produksi, lingkungan, dan sosial) hingga pemanenan. Sistem silvikultur yang diterapkan adalah Tebang Pilih Permudaan Buatan (THPB) dengan jenis jati daur 60 tahun untuk bibit yang berasal dari Areal Produksi Benih (APB), untuk bibit  Jati Plus Perhutani daur 20 tahun. Tata waktu sistem silvikultur dalam pola THPB Jati.

 

Struktur Kelas Hutan Produktif 3 (Tiga) Jangka Lalu

KELAS

HUTAN / KU

JANGKA ( Luas ….ha)

 1973-1982

 1983-1992

 1993-2002

2003-2012

1

2

3

4

5

I

5,268.9

4,412.0

3,962.5

7,369.0

II

5,197.4

5,037.6

4,452.2

3,610.9

III

2,860.8

4,883.7

4,483.8

2,457.9

IV

2,761.3

2,731.7

4,611.2

1,982.5

V

3,280.1

2,140.7

2,353.2

2,161.7

VI

2,370.5

2,985.9

2,071.1

956.4

VII

1,972.3

2,150.5

2,697.2

1,180.9

VIII

914.6

1,610.1

1,892.6

1,188.7

IX

477.8

808.6

423.6

186.4

X

58.0

488.9

17.4

MT

568.6

300.6

6.7

MR

4,883.3

1,782.7

1,409.3

1,060.5

Jumlah

30,045.0

29,600.7

28,657.2

22,179.0

 

Etat 3 (Tiga) Jangka Lalu

JANGKA RPKH

E T A T

DAUR

KETERANGAN

TAHUN

LUAS (HA)

MASSA (M3)

1973 – 1982

405.0

39.126

80 TAHUN

1983 – 1992

370.0

64.743

80 TAHUN

1993 – 2002

358.2

56.012

80 TAHUN

2003 – 2012

369.7

44.613

60 TAHUN

Revisi 2009-2013

345.1

36.648

60 TAHUN APB

197.1

13.993

20 TAHUN JPP

542.11

50.641

 

 

Susunan Kelas Hutan akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012

NO

KELAS HUTAN

FUNGSI KAWASAN HUTAN

 AWAL

TH 2012

%

HUTAN PRODUKSI
KAWASAN PERLINDUNGAN
– Kawasan Perlindungan Setempat ( KPS )

1.174,7

36,6

– Hutan Alam Sekunder ( HAS )

2.014,3

62,7

– Kawasan Perlindungan Khusus ( KPKh )

24,6

0,7

Jumlah Kawasan Perlindungan :

3.213,6

100,0

A.

Menghasilkan
KU I

10.004,9

43,1

KU II

4.086,5

17,6

KU III

2.761,0

11,9

KU IV

1.782,7

7,7

KU V

1.263,5

5,4

KU VI

1.563,8

6,7

KU VII

715,8

3,1

KU VIII

743,8

3,2

KU IX

92,2

0,4

KU X

Miskin Riap (MR)

189,2

0,8

Jumlah Menghasilkan :

23.203,4

100,0

Tidak Menghasilkan
–     Lap. Teb. Habis Jangka Lampau (LTJL)

556,2

13,8

–     Tanah Kosong (TK)

102,8

2,6

–     Tanaman Bertumbuhan Kurang (TBK)

3.354,9

83,6

Jumlah Tidak Menghasilkan :

4.013,9

100,0

Jlh. Baik utk Perush Teb Hbs (A)

27.217,3

100,0

B.

Kawasan Bukan Kelas Perusahaan
  1. Produktif
      Tanaman Kayu Lain (TKL)

205,7

100,0

      Tanaman Jenis Kayu Lain (TJKL)

Jumlah Produktif :

205,7

100,0

  1. Tidak Produktif
      Tanaman Kayu Lain Rusak (TKLR)

553,2

83,7

      Tak Baik Untuk Produksi (TBP)

108,0

16,3

Jumlah Tidak Produktif :

661,2

100,0

Jumlah kawasan Bukan Kelas Perusahaan :

866,9

100,0

Jumlah Kawasan Produksi :

31.297,8

100,0

KAWASAN PENGGUNAAN LAIN
–      Lap. Dg. tujuan istw (LDTI)

242,7

21,2

–      Hutan dg. Tujuan khusus (HTKh)

297,4

26,1

–      Wana Wisata

32,4

2,8

–      Kawasan dengan masalah tenurial (KTn)

3,4

0,3

–      Luas Alur

564,9

49,5

Jumlah Kawasan Penggunaan Lain :

1.140,8

100,0

Jumlah Bukan utk menghasilkan (B) :

2.007,7

100,0

Grand Total  :

32.438,7

100,0

 

Bidang Tanaman. Realisasi pelaksanaan penanaman hutan, baik yang dilaksanakan dalam upaya reboisasi  lahan-lahan bekas tebangan (rutin)  maupun upaya penyelesaian tanah-tanah kosong (pembangunan) selama lima tahun terakhir rata-rata 1.192,44 Ha /tahun. Sementara realisasi khusus tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) adalah 513,2 Ha/tahun.

Bidang Pemeliharaan Hutan. Kegiatan  pemeliharaan hutan merupakan tahapan pengelolaan hutan berupa tindakan silvikultur yang ditujukan untuk memperoleh tegakan hutan dengan sebaran, pertumbuhan (riap)  dan kualitas tegakan yang baik pada akhir daur.  Kegiatan pemeliharaan hutan dapat dipisahkan berdasarkan umur dan peruntukkannya, yaitu sulaman, babat, dangir, pemupukan dan wiwil yang dilaksanakan pada tanaman umur 1-3 tahun,  babat rayud/tumbuhan bawah dan prunning untuk tanaman umur 4 s/d 6 tahun. Sedangkan kegiatan pemeliharaan berupa penjarangan diperuntukkan bagi tegakan hutan yang telah memenuhi tata waktu frekwensi penjarangan. Kegiatan pemeliharaan tanaman 5 (lima) tahun terakhir rata-rata seluas  2.506,18 Ha/tahun.

Bidang Teresan. Kegiatan teresan merupakan salah satu kegiatan sebelum penebangan, yaitu mematikan pohon-pohon yang akan ditebang dengan maksud untuk memperoleh kualitas produksi batang pohon yang baik serta memudahkan saat pemungutan dan pengangkutan produksi,  karena batang pohon yang telah mati dan kering akibat diteres, kegiatan teresan dilaksanakan dua tahunsebelum pelaksanaan tebangan (T-2). Kegiatan teresan  5 (lima) tahun terakhir rata-rata seluas  210,7 Ha/tahun.

Bidang Tebangan. Tebangan merupakan kegiatan eksploitasi untuk memperoleh produksi hasil kayu sesuai yang direncanakan guna mendukung penghasilan perusahaan. Kegiatan tebangan  5 (lima) tahun terakhir Tebangan habis A2 rata-rata seluas  239,22  Ha/tahun dengan volume kayu Jati  rata-rata 27.894,30 M3/tahun  dan Rimba 326,74 M3/tahun.  Sementara Tebangan habis B1 rata-rata seluas 684,54  Ha/tahun dengan volume kayu Jati  rata-rata  3.856,93 M3/tahun  dan Rimba  701,624 M3/tahun.