Bisnis.com, SEMARANG – Perum Perhutani Jawa Tengah berharap pemasaran kayu dapat meningkat signifikan sejalan dengan mulai beroperasinya jaringan penjualan secara online pada awal tahun ini. GM Komersial Kayu I Jawa Tengah Priyadi mengatakan website tokoperhutani.com telah mulai dioperasikan sejak awal tahun ini, dan peluncuran secara resmi akan dilakukan pada pekan depan.

Melalui jaringan online ini kami harapkan bisa memperluas akses pemasaran, sehingga bisa meningkatkan penjualan. Tidak ada target khusus. Kami harapkan sebesar-besarnya. Selama ini masih banyak masyarakat yang tidak tahu di mana, bagaimana, dan kepada siapa membeli kayu, ujarnya Jumat (4/3/2016).Selain itu, keberadaan situs tersebut juga diyakini dapat menghapus praktik bisnis penjualan kayu yang selama ini dianggap tidak transparan dan banyak praktik suap.

Toko online ini merupakan jawaban dari implementasi rencana aksi atas pendampingan dengan bagian litbang dari Komisi Pemberantasan Korupsi yang dimulai pada Juli 2014, tuturnya.Dia mengatakan penjualan secara langsung akan dibatasi jumlahnya, sehingga sebagian besar proses pembelian kayu dapat dilakukan melalui situs tersebut.

Selama beroperasi sejak awal Januari-Februari, Priyadi menyebutkan telah tercatat pendapatan sebesar Rp6 miliar yang diperoleh dari hasil penjualan secara online. Sejauh ini, sekitar lebih dari 150 orang telah melakukan registrasi di website tersebut.Secara nasional total registernya mencapai 400 orang. Untuk wilayah Jawa Tengah saja jumlahnya sekitar 150-200 orang. Bagi calon pembeli yang ingin membeli harus melakukan registrasi dulu melalui website, paparnya.

Di tokoperhutani.com, masyarakat dapat melihat produk kayu milik Perum Perhutani. Informasi harga jual dan tempat penimbunan kayu juga dapat diketahui dengan pasti. Selain berisi tentang informasi produk, proses pembelian hingga pembayaran juga dilakukan secara online.

Proses pembayaran harus dilakukan maksimal pukul 23.00 WIB, di hari yang sama dengan proses pembelian. Setelah membayar, konsumen bisa mengambil kayu langsung di tempat penimbunan kayu. Pembelian kayu bisa dilakukan untuk jumlah berapa pun, tidak ada batasan tertentu, ujarnya.Sementara ini, website tersebut baru menjual kayu, dan belum menyentuh hasil produk dari Perum Perhutani lainnya.

Priyadi mengatakan pengembangan akan terus dilakukan, sehingga berbagai produk perusahaan akan pula dipasarkan melalui website tersebut nantinya.Pada tahun ini, Perum Perhutani Jateng menargetkan bisa mencatatkan pendapatan melalui penjualan kayu sebesar Rp1,016 triliun, atau tumbuh hingga 63% dibanding target tahun lalu Rp623,12 miliar. Selain mendorong proses pemasaran, perusahaan telah melakukan peningkatan harga jual sekitar 20% sejak awal tahun ini. Menurut Priyadi, pasar penjualan bahan baku kayu khususnya kayu jati masih terbuka peluangnya.

Sumber : bisnis.com
Tanggal : 4 Maret 2016