BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (09/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat menerima kunjungan Cipayung Plus Banyuwangi dalam rangka silaturahmi serta membahas pengelolaan kawasan hutan  di kantor KPH Banyuwangi Barat, Selasa (06/01).

Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, menyampaikan apresiasinya dan menyambut baik kontribusi Cipayung Plus dalam pengelolaan hutan. Menurutnya, Perhutani terbuka untuk berkolaborasi, sejalan dengan nilai AKHLAK Perhutani Group, yaitu kolaboratif dengan membangun kerja sama yang sinergis serta memberi ruang bagi berbagai pihak untuk berkontribusi demi tujuan bersama. Hal ini penting mengingat pengelolaan hutan tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan, partisipasi, dan keterlibatan multipihak.

Muklisin menegaskan bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan (sustainable forestry) harus memberikan manfaat ekologi (planet), manfaat sosial bagi masyarakat (people), dan pada akhirnya memberikan keuntungan (profit) bagi masyarakat dan perusahaan sehingga keberlanjutan hutan dapat terjaga sekaligus memberi nilai tambah bagi kesejahteraan.

Koordinator Cipayung Plus Banyuwangi, Muhammad Haddad Alwi Nasyafiallah menjelaskan bahwa kedatangannya merupakan bentuk dukungan kepada Perhutani Banyuwangi Barat yang dinilai telah mengelola hutan dengan baik sesuai tugas dan fungsinya. Kami melihat manfaatnya tidak hanya bagi lingkungan hidup, tetapi juga bagi masyarakat melalui pelibatan mereka,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Nasa itu.

“Cipayung Plus merupakan forum persatuan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus tingkat nasional yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI). Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas ideologi untuk menjaga keutuhan bangsa, merawat Pancasila, dan berkontribusi pada isu kebangsaan serta kepemudaan,” terang Nasa.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang GMNI Banyuwangi, Riyan Bachtiar, menambahkan bahwa pihaknya ingin ikut berkontribusi khususnya dalam pendampingan masyarakat sekitar hutan. “Untuk peningkatan kesejahteraan, masyarakat harus mendapatkan akses, dan Perhutani Banyuwangi Barat membuka akses tersebut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Senada dengan Riyan, Ketua Pengurus Cabang PMII Banyuwangi, Haikal Roja’ Hasbunallah, menegaskan komitmen Cipayung Plus Banyuwangi untuk mendukung penuh pengelolaan hutan yang dilakukan Perhutani agar bermanfaat bagi kelestarian alam sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar hutan.

“Hutan bermanfaat bagi masyarakat itu penting, namun manfaat ekologis jauh lebih penting. Keduanya harus berjalan selaras dengan prinsip hutan lestari masyarakat sejahtera,” pungkasnya. (Kom-PHT/Bwb/Eko)

Editor:Lra
Copyright©2025