RANDUBLATUNG – Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, melakukan kunjungan kerja dan melakukan dialog dengan pengurus lembaga masyarakat desa hutan LMDH se-wilayah KPH Randublatung tentang budidaya tanaman empon-empon jenis temulawak yang dilakukan di Petak 45 RPH Soka BKPH Kedungjambu.   Dialog tersebut dilakukan setelah rombongan Menteri Negara BUMN  mengunjungi SMK Pesantren Sabilil Mutaqien Randublatung.


Dialog yang dilakukan di gubug kerja petak 45 RPH Soka BKPH Kedungjambu yang diikuti oleh jajaran rimbawan Perhutani dan beberapa pengurus Lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) yang menanam empon-empon pada wilayah desanya. Dahlan Iskan menanyakan proses penanaman hingga penanganan pasca panen tanaman Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) yang ada di kawasan hutan.
Di hadapan Menteri Negara BUMN, salah seorang pengurus LMDH Wana Asri, Denny, mengatakan bahwa dengan budidaya empon-empon jenis telulawak ini pihaknya memperoleh dapat keuntungan.  “LMDH Kami musim panen kemarin mendapatkan keuntungan yang lumayan dari kegiatan ini dan itu kami jual dalam kondisi basah, dapat kita gambarkan apabila temulawak ini bisa dijual dalam kondisi kering tentunya bisa mempunyai harga jual yang bagus “ kata Denny
Sementara itu Suwarno Asisten Direktur PSDH dan PUHR Perhutani melaporkan bahwa penanaman empon-empon merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Perhutani terhadap LMDH dan Perhutani memmerintahkan masing – masing KPH untuk bisa memfasilitasi penanaman tersebut. LMDH mampu melakukan karena telah menguasai teknologi penanamannya dan Perhutani telah melakukan kerjasama dengan BALLITRO untuk melakukan penanaman temulawak pada kawasan hutan, dan saat ini yang jadi primadona di kawasan hutan ada tiga jenis komoditas yaitu Temulawak, Lempuyang  dan Porang , Porang sendiri nantinya diolah menjadi tepung dan ini merupakan komoditas yang mempunyai nilai tinggi” kata Suwarno, Asdir PSDH dan PUHR Perum Perhutani
Dalam pembicaraan dengan pengurus LMDH terkait dengan budidaya tanaman empon-empon tersebut Menteri BUMN mengajak kepada segenap pengurus LMDH untuk lebih serius dalam menggarap potensi tersebut menjadi sebuah komoditas andalan kawasan hutan “ kalau bisa tanaman empon – empon ini dikembangkan lebih luas lagi misalkan bulan ini kita tanam 5 hektar kemudian bulan berkutnya 5 hektar namun dengan catatan kondisi cuaca dalam kondisi normal , karena penanaman empon-empon juga memerlukan tata waktu yang tepat ,harapan saya dengan luas yang banyak tentunya hasil panen juga berimbang kuantitasnya  sehingga dalam penanganan pasca panen bisa dilakukan secara massal dengan mesin pengering, karena saat ini pengeringan masih dilakukan secara manual dan yang dijual sudah dalam bentuk hasil empon-empon yang kering sesuai standar , selain itu dengan kapasitas yang tinggi dan konstan harga jual komoditas bisa konstan , artinya yang kita jual adalah harga kontrak dengan pabrikan bukan harga jual melalui pihak lain, kata Dahlan Iskan , ditambahkan bahwa “untuk tahun depan saya minta kepada Perhutani untuk melakukan analisa dan kajian produksi serta pemasarannya lebih rinci mengenai tanaman temulawak ini dan dilaporkan ke kantor saya , apakah usaha ini menguntungkan atau tidak laporannya saya tunggu secepatnya , karena menurut saya dengan upaya ini ternyata mampu menyerap banyak tenaga kerja di Pedesaan , kata menteri NegaraBUMN tersebut.     Humas KPH Randublatung/