{"id":135019,"date":"2020-06-24T11:50:11","date_gmt":"2020-06-24T04:50:11","guid":{"rendered":"https:\/\/perhutani.co.id\/?p=135019"},"modified":"2020-06-24T11:50:11","modified_gmt":"2020-06-24T04:50:11","slug":"wisata-hutan-mangrove-tritih-siap-menerima-kunjungan-wisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wisata-hutan-mangrove-tritih-siap-menerima-kunjungan-wisata\/","title":{"rendered":"Wisata Hutan Mangrove Tritih Siap Menerima Kunjungan Wisata"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">BANYUMAS BARAT, PERHUTANI\u00a0 (24\/06\/2020)\u00a0 |\u00a0 Setelah ditutup selama tiga bulan akibat pandemi covid 19\u00a0 obyek wisata hutan mangrove Tritih di Cilacap dibuka kembali.\u00a0 Pembukaan\u00a0 wisata alam Perhutani tersebut di lakukan oleh Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)\u00a0 Banyumas Barat Toni Kuspuja, Senin (26\/06).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wana wisata hutan mangrove Tritih merupakan wisata lingkungan yang indah. Terdapat 15 ribu lebih pohon mangrove terdiri dari tancang <em>(Bruguiera gymnorrizha)<\/em>, api-api<em> (Avicennia sp)<\/em>, bakau bandul <em>(Rhizophora mucronata)<\/em> dan bakau kacangan <em>(Rhizophora apiculata). <\/em>Selain itu juga terdapat berbagai biota laut dan jenis ikan seperti ikan gelodok, uca, udang pistol, tanggal dan burung laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tony Kuspuja\u00a0 menyampaikan bahwa\u00a0 pembukaan wana wisata Tritih dilaksanakan setelah berkoordinasi dengan pihak Pemda Cilacap melalui Disbudpar Kabupaten Cilacap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8221; Sehubungan Kabupaten\u00a0 Cilacap sudah memasuki kondisi <em>new normal\u00a0<\/em> dan masyarakat sudah rindu suasana alam\u00a0 serta hiburan yang menyejukkan\u00a0 maka wisata hutan mangrove ini dibuka lagi. Tentunya pengelola dan pengunjung tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak menghindari kerumunan. Untuk itu pihak pengelola wanawisata Tritih telah menyediakan tempat cuci tangan dan sabun serta\u00a0 mengatur\u00a0 jaga jarak saat antrian di loket,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang pengunjung Supriyono dari\u00a0 Purwokerto\u00a0 menyampaikan rasa senangnya dengan dibukanya kembali obyek wisata hutan mangrove Tritih, bagi\u00a0 Supriyono\u00a0 hal tersebut sebagai\u00a0 hiburan\u00a0 dengan nuansa lain dari banyaknya wisata alam bernuansa pegunungan hutan pinus di daerahnya seperti Limpakuwus dan Baturraden. (KOM PHT\/BYB\/Eko S).<\/p>\n<p>Editor : Ywn<\/p>\n<p>Copyright\u00a92020<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUMAS BARAT, PERHUTANI\u00a0 (24\/06\/2020)\u00a0 |\u00a0 Setelah ditutup selama tiga bulan akibat pandemi covid 19\u00a0 obyek wisata hutan mangrove Tritih di Cilacap dibuka kembali.\u00a0 Pembukaan\u00a0 wisata alam Perhutani tersebut di lakukan oleh Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)\u00a0 Banyumas Barat Toni Kuspuja, Senin (26\/06). Wana wisata hutan mangrove Tritih merupakan wisata lingkungan yang indah. Terdapat 15 ribu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":135020,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[1580,43,32,750,19,36],"class_list":["post-135019","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rimba","tag-perhutanidivisiregionaljawatengah","tag-perhutanisuararimba","tag-beritaperhutani","tag-kph-banyumas-barat","tag-perhutani","tag-wisata"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/PEMBUKAAN-WISATA-TRITIH-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=135019"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135019\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/135020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=135019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=135019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=135019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}